Sering kali kita tidak menyadari bahwa kata-kata penyemangat yang kita terima dari orang terdekat bisa menjadi pedang bermata dua. Kalimat yang meyakinkan bahwa kita pasti akan berhasil atau pengingat tentang betapa cemerlangnya rekam jejak kita di masa lalu sering kali diniatkan untuk membangun rasa percaya diri. Namun, dalam banyak kasus, dukungan semacam ini justru bertransformasi menjadi beban tak kasat mata yang menghimpit.

Baca lebih lanjut

Perkembangan teknologi memudahkan pertukaran informasi dalam dunia sekarang ini. Dampaknya, individu lebih mudah dalam mengakses gaya hidup, mempelajari banyak hal baru dan berinteraksi dengan orang lain. Melihat mengenai kehidupan seseorang secara intens—misalnya tokoh idola, membuat kita akhirnya memiliki keinginan untuk memiliki hal yang serupa, misalnya memiliki baju yang indah, prestasi yang cemerlang serta tubuh yang ideal. Namun, “tubuh yang ideal” ini kadang memicu masalah psikologis yang problematik, terutama bagi remaja.

Baca lebih lanjut