Pernahkah Anda berjalan atau bersepeda di area perbukitan dengan kontur tanah naik – turun? Pada saat menuju puncak bukit atau menuju dataran yang lebih tinggi, Anda hampir dipastikan mengeluarkan lebih banyak energi daripada saat menuju lembah atau dataran yang lebih rendah. Ada kepuasan tersendiri yang Anda rasakan ketika pada akhirnya berada di puncak ketinggian. Lalu, apa setelah itu?
Pada saat Anda harus melewati turunan, tentunya usaha yang Anda perlu lakukan tidak lagi seberat saat berjalan di pendakian. Ada kalanya, Anda dengan mudah berlari atau meluncur dengan sepeda Anda, tanpa perlu mengayuh pedal. Energi yang perlu Anda kerahkan tidak lagi sebanyak pada saat menuju puncak. Hal ini sangat wajar dan tanpa disadari sering kita alami.
Kita bisa gunakan analogi perjalanan menuju puncak bukit tersebut dalam konteks goal setting. Puncak bukit adalah tujuan yang ingin Anda capai. Ketika sudah menetapkan tujuan atau target tertentu, Anda cenderung mengerahkan usaha terbaik untuk dapat mencapai tujuan atau memenuhi target yang telah ditetapkan. Apapun mungkin Anda lakukan agar cepat sampai di puncak bukit dan merasakan kepuasan atas pencapaian Anda.
Sama halnya dengan bersepeda di jalan menurun, ada kalanya Anda merasa tidak perlu lagi mengeluarkan banyak usaha dalam mencapai target karena baru saja mencapai atau melewatinya. Dalam konteks goal setting, beberapa ahli menyebut fenomena ini dengan “coasting”, suatu kondisi di mana seseorang tidak lagi mengerahkan banyak usaha dan energinya untuk mencapai target karena merasa bahwa ia sudah mencapai targetnya, atau sudah cukup puas dengan progresnya.
Mungkin Anda pernah temui beberapa orang yang ketika sudah berada di puncak karirnya, merasa sudah berhasil dengan pencapaiannya, lalu perlahan mengalami penurunan kinerja/prestasi yang disebabkan oleh individu tersebut tidak lagi melakukan usaha terbaiknya ketika bekerja. Di sisi lain, Anda mungkin melihat seseorang yang meskipun sudah berhasil dengan banyak pencapaian kariernya, ia tetap giat bekerja atau bahkan membuat target baru yang lebih menantang. Hal yang menarik untuk dibahas, mengapa kedua kondisi tersebut bisa terjadi?
Coasting pernah diteliti pada konteks pencapaian tujuan karier (career coasting). Dalam hal ini, career coasting didefinisikan sebagai kecenderungan individu untuk mengurangi usahanya atau mengalihkan fokusnya pada target lain ketika ia sudah merasa berhasil mencapai tujuan karier, atau ketika ia merasa bahwa progres menuju pencapaian karier berjalan lebih baik daripada yang dibayangkan (meskipun tujuan karier tersebut belum sepenuhnya tercapai).
Sebuah penelitian mengenai topik ini pernah dilakukan pada populasi dewasa muda, mahasiswa tahun pertama, di Indonesia. Mahasiswa masih berada dalam proses menuju pencapaian kariernya, dan perubahan status dari siswa menjadi mahasiswa adalah sebuh tahapan karier yang cukup signifikan. Sehingga, ketika mahasiswa sudah berhasil masuk pada jurusan dan perguruan tinggi yang sesuai dengan harapannya, dianggap sebagai sebuah pencapaian karier.
Hasil penelitian pada populasi mahasiswa tahun pertama di Indonesia tersebut menunjukkan bahwa ketika dewasa muda sudah merasa berhasil dalam pencapaian kariernya, alih-alih bersantai dan mengurangi usahanya, mereka justru membuat target karir baru yang lebih menantang. Pada penelitian tersebut ditemukan bahwa ekspektasi terhadap masa depan merupakan faktor yang berperan penting dalam menjelaskan mengapa dewasa muda cenderung tidak melakukan career coasting. Hal ini menunjukkan pentingnya bagi setiap individu untuk mengelola ekspektasinya, memiliki pengharapan yang positif terkait masa depan agar tetap dapat menjaga motivasi dan semangatnya dalam bekerja.
Jika kita kembalikan pada analogi berjalan atau bersepeda di perbukitan tadi, harapan untuk mendapatkan pemandangan yang jauh lebih indah di puncak yang lebih tinggi, ataupun di sisi bukit lainnya dapat membuat kita enggan untuk berhenti (coasting). Adanya harapan positif terkait hal-hal yang belum ditemui dapat mendorong kita untuk terus berusaha meskipun rasanya sudah mendapatkan apa yang ditargetkan.
Artikel ini merupakan ringkasan dari artikel ilmiah “Young Adults’ Self-Regulatory Responses to Positive Career Goal Discrepancies: Testing Cross-Lagged Relationships” oleh Akmal, Hood, Creed, & Duffy (2022) yang diterbitkan di Journal of Career Assessment.
