Generasi Z adalah individu yang lahir tahun 1997-2012. Menurut data Kementerian Ketenagakerjaan, 52% Gen Z sudah memasuki dunia kerja. Namun, ada stigma negatif yang melekat bahwa mereka merupakan generasi lemah: mudah menyerah, punya egosentrisme tinggi, dan mau serba instan. Benarkah demikian?
“Belanja Masalah pada Masyarakat” Dibayar dengan Teori Khas Indonesia: Merespon Menteri Brodjonegoro
Pemerintah era Prabowo Subianto tampaknya akan mengganti orientasi pendidikan tinggi di Indonesia. Jika pemerintahan sebelumnya pendidikan tinggi berkutat dengan tenaga terampil atau ahli, plus capaian internasionalisasi (yang ternyata bukan perkara mudah), menjadi “yang berdampak kepada masyarakat”. Hal ini yang kemudian dioperasionalkan menjadi “belanja masalah pada masyarakat”. Banyak lulusan yang memiliki kompetensi tinggi, tapi industri belum secanggih yang dibayangkan lulusan. Dengan demikian yang dibutuhkan sarjana yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Rusia yang saat ini tengah melakukan peperangan dengan Ukraina menunjukkan kapasitas diri yang patut diperhatikan. Rusia mampu melakukan peperangan tanpa jeda selama hampir tiga tahun (sejak mulai Februari 2022). Sebagaimana alasan utama Rusia memulai aksi ini sebagai langkah pertahanan diri dari Eropa bagian barat dan Amerika Serikat. Lalu, apa kaitannya dengan agama?
Pernahkah Anda membayangkan hidup dalam dunia di mana warna-warni pelangi tak lagi memukau, atau ketika memilih pakaian menjadi tugas yang membingungkan? Bagi jutaan penderita buta warna di seluruh dunia, ini adalah realitas sehari-hari. Lebih dari sekadar ketidakmampuan membedakan warna, kondisi ini membawa beban psikologis yang sering kali luput dari perhatian masyarakat. Dari kesulitan mengenali rambu lalu lintas hingga hambatan dalam memilih karir, penderita buta warna menghadapi tantangan unik yang dapat berdampak signifikan pada kesejahteraan mental dan kualitas hidup mereka.
Pengalaman traumatis menimbulkan luka dan rasa sakit secara psikologis. Situasi traumatik dapat diartikan sebagai pengalaman di mana seseorang mengalami situasi yang mengancam keselamatan dan membahayakan seseorang atau orang di sekitarnya. Banyak literatur dan praktik yang telah dilakukan untuk memulihkan seseorang dari luka traumanya. Melalui perjalanan pemulihan, seseorang dapat mengalami pertumbuhan pasca trauma atau yang dikenal juga sebagai posttraumatic growth (PTG). Apa itu PTG?
Seorang ibu, kita panggil saja Mawar, memiliki pandangan yang ideal mengenai pengasuhan dan berbagai rencana dalam hidup, terutama yang berkaitan dengan keluarga dan anak. Ia mengira bahwa hidup akan penuh dengan bunga dan pelangi. Atau dengan kata lain, semua akan indah dan berjalan sesuai rencana. Namun, pada kenyataannya tidak seperti itu. Rencana yang dibuatnya tidak berjalan dengan mulus, berakhir berantakan, bahkan disertai dengan dampak pada kesehatan mental dan fisiknya, seperti kelelahan, burnout, hingga stres yang berlarut-larut. Reaksi emosional seperti kecewa, marah dan sedih pun rentan untuk terjadi. Apakah Anda pernah mengalami hal serupa?
Balita adalah sosok yang penuh rasa ingin tahu dan energi tanpa batas. Meskipun masih dalam tahap perkembangan yang pesat, banyak yang mungkin tidak menyangka bahwa mereka sebenarnya sudah memiliki kemampuan untuk ikut berpartisipasi dalam berbagai pekerjaan rumah tangga sederhana. Dengan pendekatan yang tepat, kegiatan ini tidak hanya membantu mereka belajar tanggung jawab, melainkan juga mendukung perkembangan motorik, kognitif, dan emosional mereka. Apa saja yang bisa mereka kerjakan di rumah?
Pernahkah Anda berjalan atau bersepeda di area perbukitan dengan kontur tanah naik – turun? Pada saat menuju puncak bukit atau menuju dataran yang lebih tinggi, Anda hampir dipastikan mengeluarkan lebih banyak energi daripada saat menuju lembah atau dataran yang lebih rendah. Ada kepuasan tersendiri yang Anda rasakan ketika pada akhirnya berada di puncak ketinggian. Lalu, apa setelah itu?
Pengetahuan matematis dan penalaran matematis adalah kunci yang digunakan ketika kita ingin memikirkan bagaimana dunia kita tersusun. Individu yang percaya diri dalam penggunaan matematika bisa menjawab pertanyaan mengenai kuantitas, hubungan spasial dan strktural, serta pengukuran dan waktu. Maka dari itu dapat dikatakan bahwa pemikiran matematis merupakan dasar baik dalam ilmu pengetahuan sains ataupun humaniora. Sebegitu pentingnya pemahaman matematika dalam kehidupan ini, tetapi mengapa sebagian dari kita merasa matematika itu begitu menakutkan?
Bagi pengguna aktif media sosial saat ini pasti sudah sangat familiar dengan istilah “Daddy Issues”. Namun, istilah ini seringkali disalahpahami oleh banyak orang. Daddy issues sendiri bukanlah istilah medis ataupun psikologis yang tercantum dalam Manual Diagnostik dan Statistik Gangguan Mental (DSM-5), tetapi istilah ini memang sering digunakan di media sosial atau kehidupan sehari-hari untuk menggambarkan perempuan yang memiliki pasangan pria yang umurnya lebih tua. Jadi, apa sebenarnya daddy issues itu?
