Kepadatan dan kerumunan merupakan wajah yang melekat pada kehidupan kota. Kondisi yang ramai dan hiruk pikuk mengisi setiap sudut kota besar seperti Jakarta merupakan tantangan psikologis tersendiri bagi para penduduknya. Akibat kepadatan urban yang tak terhindarkan ini, Sejumlah peneliti melaporkan bahwa jika dibandingkan masyarakat di pedesaan, masyarakat perkotaan lebih rentan mengalami environmental stress—keadaan stres yang muncul ketika individu berhadapan dengan tuntutan berasal dari lingkungan yang meminta individu tersebut untuk menyesuaikan diri dengan tuntutan yang ada. Bagaimana bisa begitu?
Tag: Psikologi Lingkungan
Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Begitulah pepatah yang mengingatkan kita untuk menyesuaikan tingkah laku kita dengan tempat di mana kita berada. Ya, perilaku manusia pada prinsipnya tidak dapat dilepaskan dari peran situasi, salah satunya adalah lokasi di mana kita menampilkan perilaku tertentu. Bagaimana kita bersikap, merespon, dan bertindak bisa jadi berbeda antara satu lokasi dengan lokasi lainnya. Untuk itu, penting bagi kita untuk memahami bagaimana peran lokasi untuk dapat lebih mengenal perilaku manusia, salah satunya melalui behavioral mapping. Makhluk apakah itu?
Our mother’s land merupakan film dokumenter yang kental dengan makna pentingnya menjaga lingkungan. Film ini merupakan karya jurnalis senior Febriana Firdaus yang digandeng oleh rumah produksi The Gecko dan Mongabay serta disutradarai oleh Leo Plunkett. Film yang tayang perdana di YouTube pada November 2021 ini menceritakan beberapa kisah tentang perempuan-perempuan hebat nan kuat yang memperjuangkan hak lingkungan yang dirampas oleh korporat besar seperti perusahaan semen raksasa milik negara–sebuah perampasan yang berpotensi fatal bagi lingkungan hidup, yakni kerusakan ekosistem dan krisis sumber daya alam.
Kita sering mendengar istilah “ramah anak” yang dikaitkan dengan objek lain seperti “mainan ramah anak” ataupun “ruang ramah anak”. Sayangnya, meski sering kita dengar tak banyak yang memahami arti “ramah anak” sehingga konsep yang terdengar catchy ini sulit kita manfaatkan dalam kehidupan sehari-hari, penelitian atau bahkan kebijakan publik. Tulisan ini merupakan bagian pertama dari total tiga artikel yang menjelaskan serba-serbi ruang ramah anak dan implikasinya bagi dunia penelitian dan kebijakan. Pada artikel pertama ini, kita akan sejenak memundurkan waktu guna mengenali sejarah dan definisi konsep “ramah anak” secara umum.
