“Sebentar lagi ya, Ma! Tanggung nih!” Kalimat di atas mungkin terdengar sangat familier di telinga para orang tua. Seringkali, kata “sebentar” itu molor menjadi berjam-jam, membuat jadwal makan atau mandi anak berantakan hingga akhirnya orang tua harus meninggikan suara. Kita menyadari bahwa game online kini telah menjadi “taman bermain” baru bagi anak-anak. Namun, di balik layar gadget yang menyala, orang tua sering menyimpan kekhawatiran: apakah hobi ini membawa manfaat, atau justru menjadi bom waktu bagi emosi anak?

Baca lebih lanjut

Di usia 3-6 tahun, anak prasekolah bagai spons yang menyerap segala hal di sekitarnya. Masa ini disebut the golden period—saat otak berkembang pesat, emosi mulai terbentuk, dan kepribadian mulai terlihat. Tapi bagaimana jika fondasi ini rapuh? Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) deni tahun 2013 menunjukkan, hampir 15% anak prasekolah di Indonesia mengalami masalah sosial-emosional seperti kecemasan atau agresivitas. Jika diabaikan, ini bisa menjadi bom waktu yang mengancam kesiapan mereka menghadapi dunia.

Baca lebih lanjut

Balita adalah sosok yang penuh rasa ingin tahu dan energi tanpa batas. Meskipun masih dalam tahap perkembangan yang pesat, banyak yang mungkin tidak menyangka bahwa mereka sebenarnya sudah memiliki kemampuan untuk ikut berpartisipasi dalam berbagai pekerjaan rumah tangga sederhana. Dengan pendekatan yang tepat, kegiatan ini tidak hanya membantu mereka belajar tanggung jawab, melainkan juga mendukung perkembangan motorik, kognitif, dan emosional mereka. Apa saja yang bisa mereka kerjakan di rumah?

Baca lebih lanjut