“Ayo sayang, satu suap lagi…” Kalimat ini mungkin menjadi salah satu mantra yang paling sering diucapkan ibu di meja makan, namun tak jarang berakhir dengan gelengan kepala atau aksi tutup mulut si kecil. Fenomena yang sering kita kenal dengan istilah GTM (Gerakan Tutup Mulut) ini memang kerap membuat orang tua merasa “mumet” dan khawatir akan kecukupan gizi buah hatinya. Sebenarnya apakah ada penjelasan untuk fase ini? Yuk kita pahami lebih jauh.
Tag: peran orang tua
Anak-anak berbakat masih menjadi istilah yang kurang populer di Indonesia. Banyak orang yang fokus pada anak-anak gangguan perkembangan yang mengalami masalah di sekolah, seperti Autism, ADHD, learning disabilities, dan gangguan lainnya. Term anak berbakat menjadi istilah yang cukup sulit karena masih banyak pertimbangan yang dipikirkan untuk bisa mendeteksi seseorang dinyatakan sebagai anak berbakat. Bagaimana menanggapinya?
Usia keemasan atau golden age merupakan periode yang terjadi ketika anak masih berada di masa usia dini, yaitu ketika anak berusia 0-6 tahun. Pada masa golden age inilah otak berkembang pesat (eksplosif). Sejak lahir, otak anak tidak membentuk sel saraf otak kembali, namun pada masa ini terjadi penutupan akson sel saraf dan pembentukan hubungan antar sel, di mana dua hal tersebut berperan penting terhadap kecerdasan anak. Penelitian menyebutkan bahwa kapabilitas kecerdasan manusia terjadi atau terbentuk dengan pesat pada awal kehidupan. Lebih spesifiknya, 50% diantaranya terbentuk ketika manusia berusia 4 tahun, dan mencapai 80% pada usia 8 tahun. Lalu, bagaimana peran orangtua dalam mengoptimalkan usia emas anak?
