Maraknya kasus kekerasan seksual yang terjadi akhir-akhir ini membuat masyarakat resah. Pasalnya, dugaan terjadinya tindakan asusila ini terjadi di lingkungan pendidikan dan dilakukan oleh orang berpendidikan pula. Diantaranya dugaan kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh seorang pimpinan fakultas kepada mahasiswi bimbingannya. Belum lagi kasus lain yang tidak kalah mengkhawatirkan, seperti pelecehan seksual oleh pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa di sebuah perguruan tinggi. Kasus viral lain di media sosial yang juga menarik simpati masyarakat adalah naiknya tagar #SaveNoviaWidyasari, seorang mahasiswi yang juga mengalami kekerasan seksual oleh pacarnya sendiri, dan bunuh diri di samping makam ayahnya. Lalu juga kasus pemerkosaan yang terjadi di lingkungan pesantren yang justru dilakukan guru sekaligus pemimpin pondok pesantren kepada 12 santriwatinya.
Tag: pelecehan seksual
Ketika mendengar kata pelecehan seksual banyak dari masyarakat yang akan mengaitkan peristiwa pelecehan seksual dengan jenis kelamin pelaku maupun korban. Tidak sedikit masyarakat yang mempersepsikan bahwa laki-laki seringkali menjadi pelaku sedangkan perempuan seringkali menjadi korban dalam peristiwa pelecehan seksual. Namun, seiring berjalannya waktu masyarakat semakin sadar mengenai fakta bahwa laki-laki juga dapat menjadi korban dari pelecehan seksual. Meskipun demikian, pemahaman bahwa laki-laki dapat dilecehkan dan perempuan dapat melecehkan belum banyak ditemukan dalam literatur karena sebagian besar literatur masih mengaitkan pelecehan seksual oleh laki-laki terhadap perempuan.
