Di dunia yang makin bergerak cepat dan saling terkait secara digital saat ini, menemukan cara yang paling efektif dan efisien untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis menjadi lebih penting dari sebelumnya. Dalam hal ini, teknologi turut berperan penting. Salah satu hasil pengembangan teknologi yang mulai banyak dimanfaatkan untuk intervensi kesehatan mental adalah virtual reality (VR). Selama ini, VR lebih banyak dilihat sebagai perangkat game dan juga entertainment. Padahal, sejatinya VR memiliki potensi besar dalam meningkatkan kesejahteraan psikologis secara signifikan. Mari kita jelajahi bagaimana melangkah ke dunia virtual dapat membuka jalan menuju kesehatan mental yang lebih baik.
Tag: mindfulness
Menurut beberapa artikel penelitian, manusia memiliki 6.000 lebih pikiran yang muncul dalam satu hari dan hampir sebagian besar pikiran tersebut berisi pemikiran negatif yang dapat memunculkan emosi negatif. Biasanya pikiran negatif yang muncul dapat berkaitan dengan penyesalan masa lalu, pengalaman negatif, atau berkaitan juga dengan kekhawatiran di masa depan. Pikiran-pikiran ini kadang muncul begitu saja, entah dari mana, dan kadang kita tidak sempat juga untuk memikirkan apa sebenarnya maksud dari pikiran tersebut. Kondisi ini terkadang membuat kita menjadi tidak fokus dan optimal untuk mengerjakan hal-hal penting yang harusnya kita utamakan.
Perkembangan teknologi semakin cepat dan dinamis, bahkan terkadang memunculkan ide-ide yang bisa jadi tidak terbayangkan oleh kebanyakan manusia sebelumnya. Salah satunya adalah terkait dengan metaverse. Metaverse dapat diartikan sebagai suatu konsep lingkungan digital, yang menyediakan ruang yang menyerupai dunia nyata, yang dapat diakses antara lain dengan menggunakan augmented reality (AR), virtual reality (VR), serta blockchain, dengan didukung juga oleh sistem media sosial. Bahasa sederhananya, Metaverse ini memberikan kita ‘dunia sendiri’ dalam sebuah ruang virtual, didukung oleh berbagai fitur yang terhubung dengan dunia nyata. Sisi menarik dari perspektif psikologis dalam fenomena ruang-ruang virtual seperti metaverse ini adalah, bagaimana sepertinya manusia mulai memiliki kecenderungan untuk meninggalkan realitas dunia nyata lalu beralih ke sebuah dunia yang dikreasikan sendiri. Ini hampir mirip seperti bagaimana banyak orang kaya atau juga ilmuwan yang punya ide gila memindahkan manusia ke planet Mars. Sementara di dalam film-film Hollywood yang kekinian, motif ini antara lain tersirat dalam konsep multiverse.
Kasih sayang merupakan kata yang tak asing bagi kita semua, dalam mengungkapkan rasa peduli yang lebih, terutama pada orang yang membutuhkan. Dalam dunia psikologi, kasih sayang dimaknai sebagai adanya rasa tersentuh dan kemudian memunculkan keinginan membantu orang lain yang menderita. Rasa kasih sayang ini sangat penting dalam kehidupan bersosial masyarakat, khususnya di masa pandemi yang berlangsung nyaris dua tahun ini. Seperti yang kita ketahui, kondisi selama pandemi sangat berefek pada berbagai aspek kehidupan, salah satunya adalah meningkatnya masalah kesehatan mental. WHO memaparkan bahwa kebijakan untuk isolasi dan karantina diri sejauh ini berdampak pada berbagai aktivitas sehari-hari yang secara lebih lanjut menyebabkan kesepian, cemas, depresi, insomnia, masalah ketergantungan alkohol dan penggunaan narkoba, hingga melukai diri dan melakukan bunuh diri. Adanya rasa kasih sayang dapat membantu diri sendiri dan orang lain dalam menjaga kesehatan mental selama masa pandemi ini. Sayangnya, meskipun kasih sayang terbukti memiliki manfaat yang luar biasa, banyak dari kita
