Di artikel sebelumnya (“Saya Akan Konseling: What To Expect?“), penulis telah memaparkan hal-hal yang mungkin akan terjadi saat memulai konseling. Setelah seseorang memulai konseling, mungkin akan muncul pertanyaan-pertanyaan baru mengenai proses konseling. Beberapa konseling mungkin akan terasa tidak nyaman bagi individu karena menguak hal-hal yang mendalam atau luka-luka di masa lampau. Namun, ada beberapa peringatan dan tanda-tanda (red flags) yang perlu disadari dari proses konseling yang mengindikasikan bahwa proses konseling sudah tidak profesional, tidak sehat, bahkan mungkin perlu dihentikan. Apa saja hal-hal penting yang perlu disadari oleh klien ketika berada dalam sebuah sesi konseling? Berikut ini beberapa hal yang perlu dicermati: Konselor membocorkan percakapan klien tanpa persetujuan klien. Di dalam konseling, terdapat prinsip kerahasiaan, atau confidentiality, di mana konselor wajib untuk menjaga percakapan klien selama konseling. Ada beberapa batasan juga dalam confidentiality yang mengizinkan bahkan mewajibkan konselor untuk membuka isi percakapan tanpa perlu persetujuan klien, misalnya klien membahayakan dirinya dan
Tag: konselor
Bulan April dan Mei merupakan bulan-bulan penting bagi para penggiat kesehatan mental. April didaulat sebagai Counseling Awareness Month sedangkan Mei merupakan Mental Health Awareness Month. Dengan semakin meningkatnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan mental, layanan konseling pun semakin diminati. Bagi individu yang akan memulai konseling, mungkin muncul perasaan penasaran, bersemangat, atau mungkin merasa takut dan gugup dalam memulai konseling. Apa saja hal penting yang perlu dipahami oleh calon klien saat menghadapi proses konseling?
