Pada tahun 1930-an, Moh. Hatta pernah melontarkan sindiran tajam. Beliau menyebut ada kelompok yang hanya seperti seonggok daging yang ditusuk menjadi satu: terlihat menyatu dari luar, padahal sebenarnya hanya “daging sate”. Bagi Hatta, itu bukan persatuan, melainkan persatean.
