Internet dan smartphone merupakan kemajuan luar biasa dalam dunia komunikasi. Internet memungkinkan keterhubungan dari berbagai belahan dunia pada saat itu juga, real time. Dengan internet dan smartphone, kita tidak hanya dapat mengakses berbagai info, tetapi juga meningkatkan kemungkinan untuk terpapar hal-hal yang tidak kita perlukan atau pun hal negatif. Berbagai riset dan pendapat ahli menyebutkan gadget dan internet kurang baik bagi perkembangan anak, sehingga pemakaiannya perlu dikendalikan bahkan dibatasi. Sebagai orang tua, kita telah berupaya sebaik mungkin mengendalikan hal tersebut, namun hadirnya pandemi dengan pengaturan sekolah online, pada sebagian orangtua seperti kehilangan kendali pada penggunaan gadget dan akses internet ini.

Baca lebih lanjut

Memiliki anak seringkali dianggap menjadi salah satu sumber kebahagiaan bagi pasangan menikah. Apalagi bagi pasangan yang tinggal di lingkungan dengan nilai pro natalis (mendukung kelahiran) yang kuat seperti Indonesia. Namun demikian, ternyata sebuah riset empiris yang dilakukan di Jerman menunjukkan bahwa tidak selalu pasangan orangtua lebih bahagia dibandingkan pasangan yang tidak memiliki anak. Penelitian tersebut dilakukan untuk menjawab pertanyaan mengapa kehadiran anak tidak berdampak pada meningkatnya kebahagiaan pada orangtua. Secara khusus, penelitian yang diterbitkan tahun 2014 tersebut bertujuan untuk mengetahui bagaimana cost yang dikeluarkan dalam membesarkan anak berperan dalam menurunkan kepuasan hidup. Lalu, mengapa kehadiran anak yang secara umum dianggap mendatangkan kebahagiaan, tetapi yang terjadi justru sebaliknya?

Baca lebih lanjut