Penyandang disabiltas di Indonesia masih terus menghadapi tantangan besar dalam kehidupan sosialnya. Berbagai upaya advokasi lembaga-lembaga negara maupun swadaya masyarakat terus menemukan adanya stigma, keterbatasan akses layanan kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur, serta belum terpenuhinya sejumlah hak penyandang disabilitas. Di tengah berbagai tantangan tersebut, ternyata keluarga memiliki peranan yang sangat besar. Bagaimana sebaiknya peran keluarga penyandang disabilitas dapat dioptimalkan? 

Baca lebih lanjut

Cemburu bukan kata yang asing lagi bagi mereka yang sedang menjalani hubungan percintaan. Cemburu dapat dialami oleh semua kalangan usia, tetapi pada masa remaja cemburu sering kali terjadi. Remaja memiliki emosi yang kurang stabil dan dapat dibilang masih cukup labil, jadi rasa cemburu lebih sering muncul. Umumnya rasa cemburu selalu dikaitkan dengan hubungan percintaan, tetapi kenyataannya rasa cemburu juga dapat terjadi dalam hubungan keluarga dan pertemanan. Seperti apa ya?

Baca lebih lanjut

Natal adalah hari raya umat Kristiani yang dirayakan pada tanggal 25 Desember setiap tahunnya untuk memperingati kelahiran Yesus Kristus. Namun, kasih dan sukacita natal juga ikut dirasakan oleh banyak orang. Suasana sebelum atau bahkan setelah Natal secara magis mampu menghadirkan kebahagiaan. Lalu, apa yang menjadikan momen natal bisa membawa kegembiraan bagi kita?

Baca lebih lanjut

Keluarga Cemara yang terdiri dari Abah, Emak, Euis, Cemara/Ara dan Ragil telah menetap sekian tahun di desa mengalami berbagai tantangan baru. Abah mendapatkan pekerjaan baru di peternakan ayam sehingga mengharuskannya lebih banyak di luar rumah dan belum bisa menepati janji untuk memperbaiki kamar baru Ara. Euis yang beranjak remaja juga memiliki kesibukan di luar rumah sehingga tidak bisa menjemput Ara pulang sekolah—seperti yang dijanjikan sebelumnya. Emak, berusaha untuk mengembangkan bisnis sampingan opak sehingga kurang memperhatikan perkembangan anak-anaknya kecuali Ragil yang masih balita. Intinya, keluarga ini memiliki banyak sekali kesibukan sehingga kurang bisa meluangkan waktu dengan anggota keluarga yang lain. Sounds familiar?

Baca lebih lanjut
keluarga cemara

Keluarga Cemara merupakan cerita dari sinetron lawas yang diangkat dalam bentuk layar lebar di tahun 2018. Keluarga ini terdiri dari Abah (ayah), Emak (ibu), dan anak-anaknya, Euis dan Ara/Cemara. Dikisahkan pada film pertama ini, keluarga Cemara mengalami kebangkrutan karena penipuan dalam bisnis, sehingga rumah mereka disita dan mereka berpindah ke desa untuk melanjutkan kehidupan. Abah mengamati dan berasumsi bahwa keluarga kecilnya tidak kerasan di desa hingga ia memutuskan (secara sepihak) untuk menjual rumah di desa sebagai modal untuk kembali ke Jakarta. Hal tersebut tidak sesuai dengan kondisi anak-anak, terutama Euis dan Ara yang mulai beradaptasi dan menyukai lingkungan barunya. Asumsi yang tidak disertai komunikasi yang lancar membuat keputusan yang dibuat Abah keliru dan tidak mendapat persetujuan anggota keluarga yang lain.

Baca lebih lanjut

Perkembangan pesat teknologi dan semakin derasnya arus informasi membuat manusia, secara sadar maupun tidak, menjadi sangat lekat dengan ponsel/gadget, mulai dari anak-anak hingga lansia. Pada dasarnya, banyak manfaat yang bisa didapatkan dari perkembangan teknologi. Namun, jika digunakan secara berlebihan, seperti munculnya perilaku phubbing, tentu akan berdampak negatif bagi berbagai aspek kehidupan manusia, tidak terkecuali dalam relasi pernikahan.

Baca lebih lanjut

Kehidupan individu berjalan tahap demi tahap sesuai dengan tugas perkembangannya, mulai dari masa bayi hingga usia lanjut. Demikian juga halnya dalam sebuah keluarga. Tanpa disadari, setiap keluarga berkembang dan beradaptasi secara bertahap seperti hanya manusia secara individu. Kondisi ini dimulai dari mempersiapkan kehidupan keluarga hingga nantinya kembali hidup berdua bersama pasangan. Dalam hal ini ada peran-peran tertentu yang diharapkan dapat dicapai keluarga inti melalui capaian tahapan perkembangan dalam sebuah keluarga. Apa saja tahapan pekermbangan dalam sebuah keluarga?

Baca lebih lanjut

Orangtua seringkali kebingungan ketika melihat perubahan perilaku pada anak yang sudah beranjak remaja. Terkadang juga tidak habis pikir dengan pola pikir ataupun buah pikiran yang dihasilkan oleh anak remajanya ini. Terjadi perdebatan-perdebatan mengenai permasalahan sehari-hari, terkadang perdebatan tersebut hanyalah mengenai pekerjaan rumah seperti mencuci piring yang menurut oragtua harusnya bisa segera diselesaikan tapi anak merasa bahwa pekerjaan itu lebih baik diselesaikan nanti saja. Ataupun mungkin saja mengenai jam tidur yang terlalu malam, jam bangun tidur yang terlalu siang, dan lain-lain.

Baca lebih lanjut

Internet dan smartphone merupakan kemajuan luar biasa dalam dunia komunikasi. Internet memungkinkan keterhubungan dari berbagai belahan dunia pada saat itu juga, real time. Dengan internet dan smartphone, kita tidak hanya dapat mengakses berbagai info, tetapi juga meningkatkan kemungkinan untuk terpapar hal-hal yang tidak kita perlukan atau pun hal negatif. Berbagai riset dan pendapat ahli menyebutkan gadget dan internet kurang baik bagi perkembangan anak, sehingga pemakaiannya perlu dikendalikan bahkan dibatasi. Sebagai orang tua, kita telah berupaya sebaik mungkin mengendalikan hal tersebut, namun hadirnya pandemi dengan pengaturan sekolah online, pada sebagian orangtua seperti kehilangan kendali pada penggunaan gadget dan akses internet ini.

Baca lebih lanjut