Hujan datang lagi. Seolah ada tombol putar ulang yang macet, ditekan berkali-kali tanpa niat memperbaiki. Awal 2026 dibuka bukan dengan harapan baru, tetapi dengan suara air yang sama, genangan yang sama, dan rasa jengah yang semakin matang. Di kota-kota sekitar Jakarta, hujan tak lagi identik dengan udara sejuk atau aroma tanah basah. Ia lebih mirip alarm panjang yang berbunyi terlalu lama, membuat siapa pun ingin mematikannya, tapi tak tahu di mana letak saklarnya.

Baca lebih lanjut