Wanita seringkali mendapatkan perlakuan diskriminasi gender. Gender sendiri sebenarnya adalah konstruk sosial yang dibuat oleh manusia (yang tentunya dipengaruhi oleh budaya) untuk menentukan peran, kedudukan, maupun sifat dari gender yang kemudian dilekatkan kepada laki-laki maupun perempuan. Semisal, laki-laki harus kuat, tidak boleh menangis, harus menjadi pemimpin. Sedangkan perempuan lebih baik mengurus anak dan rumah saja, tidak perlu mencapai pendidikan yang tinggi, dan sebagainya. Atau bahkan sejak kecil permainan pun seringkali dibatasi, laki-laki bermain bola, perempuan bermain boneka. Padahal nyatanya semua permainan bisa dimainkan oleh anak dengan gender apa pun.
Tag: Gender
Kata gender sering kita gunakan untuk menyimpulkan tingkah laku dan atribut seseorang sebagaimana jenis kelaminnya. Dan jika semua orang memiliki jenis kelamin dan berperilaku berdasarkan gendernya, bagaimana dengan ruang yang digunakan oleh individu dan kelompok untuk mengekspresikan identitas gendernya? Apakah ruang, sebagaimana manusia juga sebenarnya juga memiliki gender? Jika ya, maka apakah gender taman bermain anak-anak kita? Jantan atau betina?
