Pada bagian sebelumnya, kita sudah membahas bagaimana matematika sering kali dianggap menakutkan karena persepsi sosial dan tekanan eksternal. Namun, ketakutan ini juga dipengaruhi oleh cara matematika diajarkan sejak dini. Penting bagi anak untuk memiliki daya lenting atau resiliensi matematika. Apa itu dan bagaimana metode pengajaran bisa membangun “daya lenting matematika” (mathematical resilience) atau justru sebaliknya menumbuhkan kecemasan?
