Dalam psikologi sosial, kita sering mendengar istilah perilaku prososial, yang secara singkat dapat diartikan sebagai perilaku meringankan beban orang atau kelompok lain tanpa mengharapkan imbalan atau keuntungan. Dalam keseharian, perilaku prososial paling mudah dikenali dalam bentuk menolong, berbagi, dan perilaku menenangkan. Sayangnya, dalam kehidupan modern pasca pandemi saat ini, rasanya perilaku prososial menjadi semakin jarang ditemui langsung dalam keseharian kita, mengingat hampir semua interaksi sosial kita berpindah ke ruang digital. Dengan demikian, apakah kemudian kita masih bisa menolong, berbagi atau bahkan saling menenangkan orang lain dalam ruang digital?
