Trigger Warning: Harap diperhatikan: artikel ini mungkin berisi pembahasan tentang bunuh diri, dan/atau referensi gangguan kesehatan mental lain yang mungkin menjadi pemicunya. Silakan lanjut membaca sesuai dengan pertimbangan Anda sendiri. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan prevalensi kasus bunuh diri di Indonesia adalah 2,6 kejadian per 100 ribu penduduk, yang mana temasuk kategori rendah. Hasil riset mengenai bunuh diri di Indonesia mengemukakan bahwa keluarga pelaku bunuh diri cenderung enggan mengungkapkan fakta bahwa telah terjadi kasus bunuh diri dalam keluarganya karena merasa malu terhadap stigma negatif yang mungkin akan disematkan ke mereka. Fenomena ini memicu munculnya dugaan banyak kasus bunuh diri yang tidak dilaporkan secara resmi sehingga mengesankan prevalensi bunuh diri di Indonesia berada dalam kategori rendah.
Tag: bunuh diri
Setelah aktris terkenal Marilyn Monroe ditemukan meninggal dunia pada 4 Agustus 1962 di kediamannya karena bunuh diri, terjadi peningkatan kasus bunuh diri sebesar 12% di Amerika Serikat pada bulan kematian Monroe. Fenomena serupa juga terjadi setelah kematian aktor Robin Williams pada 12 Agustus 2014. Williams ditemukan menggantung dirinya sendiri hingga tidak dapat bernafas. Tidak lama setelah itu, terjadi peningkatan jumlah kasus bunuh diri sebesar 10% di Amerika Serikat. Pelaku bunuh diri tersebut pada umumnya pria (jenis kelamin sama dengan William) dan menggunakan metode yang serupa dengan yang dilakukan oleh komedian terkenal itu. Fenomena bunuh diri yang terjadi dalam situasi di atas dikenal dengan nama copycat suicide. Mari kita bahas lebih lanjut fenomen ini.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di tahun 2021 merilis data yang cukup mengkhawatirkan tentang tingginya angka kematian akibat bunuh diri. Lebih dari 700 ribu orang meninggal dalam setahun di seluruh dunia akibat bunuh diri, membuatnya menjadi salah satu penyebab utama kematian di dunia. Kajian tentang perilaku bunuh diri telah menjadi perhatian di bidang ilmu Psikologi. Dalam mengkaji berbagai kasus bunuh diri, sejumlah peneliti membagi perilaku tersebut menjadi dua jenis, yaitu self-injurious thoughts and behaviours (SITB) dan non-suicidal self-injury (NSSI). Apa beda keduanya dan bagaimana para peneliti memahami pemikiran dan perilaku melukai diri sendiri yang dapat mengarah pada bunuh diri?
