Rumah seharusnya menjadi tempat kita memperoleh kedamaian, kenyamanan, dan keamanan. Sayangnya, bagi sejumlah orang, rumah justru menjadi tempat yang mengerikan di mana berbagai masalah bermuara di dalamnya. Salah satu masalah besar dalam rumah tangga terjadi ketika seorang figur suami merasa seorang istri sebagai properti, sehingga suami mencari berbagai cara agar dirinya bisa mengontrol istri. Tidak jarang kekerasan menjadi satu cara yang dipilih. Kondisi tersebut bisa menjadi faktor berkembangnya isu terkait Battered Woman Syndrome (BWS) pada kaum perempuan.
Bulan April dan Mei merupakan bulan-bulan penting bagi para penggiat kesehatan mental. April didaulat sebagai Counseling Awareness Month sedangkan Mei merupakan Mental Health Awareness Month. Dengan semakin meningkatnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan mental, layanan konseling pun semakin diminati. Bagi individu yang akan memulai konseling, mungkin muncul perasaan penasaran, bersemangat, atau mungkin merasa takut dan gugup dalam memulai konseling. Apa saja hal penting yang perlu dipahami oleh calon klien saat menghadapi proses konseling?
“Saya bekerja dan memiliki penghasilan. Sepertiga penghasilan saya digunakan untuk menghidupi orang tua saya. Sepertiga lagi saya gunakan untuk membayar hutang dari bisnis orang tua saya. Sepertiga sisanya saya gunakan untuk biaya hidup saya selama satu bulan. Jujur saya sedang bingung karena sekarang saya masih sendiri. Akan tetapi, sebentar lagi saya mau menikah dan bingung mau membiayai keluarga saya nanti seperti apa.” Begitulah kisah dan keluh kesah dari sebagian kecil dari para sandwich generation yang memiliki beban menghidupi diri sendiri, orang tua, dan juga anak-anaknya. Apakah Anda termasuk yang memiliki kisah yang serupa? Lalu apa yang bisa dilakukan untuk menyeimbangkan semua kebutuhan?
Setiap tahun ratusan ribu anak menjadi korban atau menyaksikan suatu kejahatan. Beberapa di antaranya kemudian menjadi saksi dalam penyelidikan forensik dan kasus hukum. Namun, mempercayai kesaksian seorang anak cukup menjadi dilema bagi penegak hukum. Kesaksian saksi mata anak-anak ibarat pedang bermata dua. Apa maksudnya?
Dalam dunia ini, kita memiliki hal yang dianggap penting atau berharga. Buat sebagian besar orang, hal tersebut bisa berupa kekayaan, kekuasaan, atau popularitas. Bagi sebagian yang lain, hal yang utama dalam hidup adalah hubungan yang harmonis dan dikasihi oleh orang terdekat. Bagi istri, rasa sayang suami menjadi hal yang paling penting dalam hidupnya. Bagi anak, rasa sayang orang tua menjadi hal yang penting. Lalu, sebagai orang tua, apa hal yang penting bagi kita?
Menjadi orang tua menjadi suatu hal yang mungkin paling ditunggu ketika memasuki dunia pernikahan. Meski demikian, menjadi orang tua merupakan suatu hal yang mungkin tidak gampang. Menurut penulis, proses parenting merupakan proses pembelajaran bagi orang tua seumur hidup. Mengapa? Karena dalam setiap perubahan tahapan perkembangan, seorang anak akan memiliki tugas perkembangan tertentu yang tentunya akan membawa berbagai perubahan dalam kehidupan.
Relasi dengan orang lain tidak selalu mudah, karena di dalamnya ada ekspektasi yang dimiliki masing-masing pihak. Semakin kita kenal dekat dengan seseorang, semakin kita rentan terhadap kekecewaan saat ekspektasi tidak terpenuhi. Contohnya, hubungan antara orang tua dan anak, yang tidak jarang diwarnai konflik ketika berada dalam satu rumah lantaran kedekatan emosional yang mereka miliki. Bandingkan dengan relasi antara satu orang dengan orang asing yang terlihat baik-baik saja. Hal tersebut seperti pepatah: jika (hubungan) dekat maka akan terasa bau, sedangkan saat berjauhan lebih terasa wangi. Apa maksudnya?
Sedekah merupakan sebuah amalan yang mungkin tiap orang pernah lakukan. Secara umum sedekah dipahami sebagai sarana memberikan sesuatu barang atau apapun yang bersifat materi kepada orang lain dengan niat karena Allah SWT. Namun, sebenarnya sedekah tidak terbatas hanya pada pemberian materi, melainkan juga mencakup pemberian sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain, seperti, memberikan informasi yang benar dan menuntun orang tua atau anak-anak yang hendak menyebrang. Maka dari itu, sedekah sejatinya mengandung unsur kebenaran, kejujuran, keikhlasan atau kerelaan hati seseorang dalam memberikan sesuatu dengan mengharapkan ridha Allah SWT. “Eudaimonia” atau kebahagiaan sejati pada hakikatnya bukan hanya tentang hidup yang bermandikan kesenangan dan kenikmatan, melainkan hidup yang bermakan di mana virtues (kebajikan) dari individu telah disalurkan dengan penuh. Manusia dapat meraih kebahagiaan dengan melakukan perbuatan positif, mengurangi emosi negatif, dan meningkatkan emosi positif. Kebahagiaan juga dapat dipengaruhi oleh kepuasan hidup, lingkungan di luar kontrol diri, dan tindakan yang bersifat sukarela. Salah satu aspek
Psikologi forensik merupakan salah satu cabang dalam ilmu psikologi yang terus berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Secara umum, kajian dalam psikologi forensik menekankan pada konteks legal dalam berbagai aktivitas asesmen dan intervensi psikologis dalam proses penegakan hukum. Selain itu, psikologi forensik juga merupakan pendekatan penelitian dan teori psikologi yang di dalamnya berkaitan dengan berbagai dampak dari faktor kognitif, afektif, dan perilaku manusia terhadap proses hukum yang ada. Seperti apa peran psikologi forensik dalam proses hukum pidana?
Pertanyaan tersebut terlontar dari muluta salah satu keponakan penulis yang saat itu berusia 4 tahun. Ia menanyakan keberadaan kakeknya, yang biasa ia panggil “Genpa”, setelah satu tahun kakeknya meninggal. Ibunya menceritakan bahwa setelah satu tahun kakeknya berpulang, sang anak beberapa kali menanyakan keberadaan kakeknya. Sang ibu lalu memberikan penjelasan bahwa Genpa pergi ke surga. Bagi anak yang berumur 4 tahun, konsep surga merupakan hal yang belum sepenuhnya dimengerti. Lalu, bagaimana cara yang lebih tepat dalam menjelaskan kematian pada balita?
