Antisosial

“Ansos”, yang merupakan akronim dari kata “antisosial”, telah menjadi kata yang viral dan umum terlontar di antara kalangan generasi muda Indonesia dalam beberapa tahun terakhir ini. Istilah “antisosial” sering dijadikan labelling bagi orang yang sering menyendiri, susah bergaul, bahkan cenderung menghindar atau jarang bersosialisasi dengan orang lain. Namun, apakah benar demikian yang disebut dengan antisosial?

Baca lebih lanjut

Emosi sosial menjadi penilaian terhadap cara berperilaku, berpikir, dan berperasaan dalam berinteraksi antar sesama manusia. Salah satu yang termasuk kelompok emosi sosial dalam konteks interpersonal yaitu rasa malu. Rasa malu dapat dijadikan sebagai barometer moral yang mengindikasikan baik atau buruknya perilaku dan karakter seseorang, yang digunakan untuk mendapatkan feedback dari publik sebagai penerimaan sosial untuk mencegah adanya social exclusion atau pengucilan sosial.

Baca lebih lanjut

Setiap orang tua pasti menginginkan yang terbaik bagi anaknya. Oleh karena itu, orang tua umumnya ingin mengetahui setiap aspek kehidupan anak, seperti bagaimana proses belajarnya di sekolah, dengan siapa saja ia berteman, dan apa masalah yang sedang sedang dialami anak, agar orang tua dapat memastikan anak mereka dalam kondisi yang baik. Akan tetapi, seiring bertambahnya usia, anak ternyata semakin membutuhkan privasi di dalam hidupnya. Kebutuhan ini umumnya akan semakin intens saat anak memasuki usia remaja.

Baca lebih lanjut

Dalam hidup ini, stres akan muncul ketika individu merasa bahwa tuntutan yang diberikan oleh lingkungan (atau bahkan dirinya sendiri) sudah melebihi kapasitas. Maka itu, diperlukan strategi penyelesaian masalah yang diharapkan bisa meminimalisir stres. Terdapat beragam strategi yang mampu membantu individu untuk mencapai keadaan tersebut. Salah satunya adalah “healing”. Istilah “healing” ini menjadi topik perbincangan hangat generasi muda di media sosial beberapa waktu belakangan ini. Healing menjadi cara populer kaum muda untuk beradaptasi dengan situasi stres. Pertanyaannya, apakah upaya tersebut merupakan langkah yang tepat, atau malah tidak menyelesaikan masalah?

Baca lebih lanjut

Peperangan apapun alasannya tetap menjadi bencana kemanusiaan. Banyak hal buruk akan muncul dan pada akhirnya luka fisik dan psikologis akan membekas. Tulisan ini dibuat dalam suasana peperangan di Eropa Timur, antara Rusia dan Ukraina. Rusia menggelar operasi militer khusus terhadap Ukraina dengan beberapa alasan. Tulisan ini terbagi menjadi dua bagian. Pertama mengenai mengenali Rusia secara singkat dan padat, sekaligus pengalamannya sebagai bangsa. Artikel kedua akan dilanjutkan dengan penjelasan secara psikologis gejala perang ini.

Baca lebih lanjut
kiasu

Salah satu restoran yang baru dibuka di Jakarta mendapatkan perhatian karena makanan yang terkenal enak dan tempat tersebut memiliki spot yang instagrammable. Antrean pengunjung mengular menjelang restoran dibuka sudah menjadi pemandangan yang wajar. Hal tersebut juga mungkin sering ditemui ketika salah satu brand gawai terkenal memperkenalkan produk terbarunya. Akan ada banyak orang yang mengantre di malam sebelumnya bahkan bersedia untuk bermalam/mendirikan kemah di depan toko. Bagi sebagian orang, perilaku tersebut dikategorikan sebagai “kiasu“.

Baca lebih lanjut
school connectednes

Setelah lebih dari 2 tahun siswa harus bersekolah dari rumah, akhirnya siswa-siwa bisa masuk ke sekolah dan belajar di sekolah. Berbeda dengan sebelumnya, kali ini siswa diharapkan untuk tatap muka 100%, tentunya dengan protokol kesehatan (prokes) yang sudah ditetapkan untuk tetap menjaga kesehatan siswa, guru dan semua petugas di sekolah. Berbagai reaksi muncul baik dari guru, siswa, maupun orang tua siswa. Orang tua pun memiliki perasaan yang bercampur aduk.

Baca lebih lanjut

Saat sedang scrolling artikel di media sosial, penulis menemukan pertanyaan ini: “Apakah Anda lebih memilih membesarkan anak yang bahagia (happy child) atau anak yang resilien (resilient child)?” Sejenak penulis berpikir, tentu saja baiknya anak yang bahagia dan resilien. Namun, seringkali pola asuh orang tua cenderung jatuh ke salah satu di antaranya. Jika ingin anak bahagia, manjakan agar ia senang; jika ingin anak resilien, didiklah dengan keras agar ketika ia menghadapi kesulitan dalam hidup ia sudah terlatih. Namun, apakah betul demikian? Apakah ada cara membesarkan anak sehingga ia menjadi anak yang bahagia dan sekaligus resilien?

Baca lebih lanjut

Film Doctor Strange in the Multiverse of Madness yang dirilis awal Mei 2022 mungkin menjadi sebuah film yang memicu antusiasme para penggemar Marvel Cinematic Universe. Rangkaian film Doctor Strange mengisahkan mengenai Stephen Strange, pahlawan super yang memiliki kekuatan berupa ilmu mistik super dan bagaimana ia melawan penjahat super maupun makhluk supranatural yang mengancam keselamatan semesta. Pada film kali ini, Doctor Strange berjumpa dengan America Chavez, seorang gadis yang mampu melewati multisemesta. Mereka harus melawan pahlawan super lain, Wanda Maximoff alias Scarlet Witch, yang menginginkan kekuatan America. Perhatian: spoiler alert!!!

Baca lebih lanjut

Masa remaja dikenal sebagai suatu tahap atau proses kehidupan seseorang, yaitu peralihan dari masa kanak-kanak menuju dewasa. Pada masa remaja akan mengalami perubahan baik secara fisik, psikis, sosial maupun emosional. Oleh karena itu tahap perkembangan remaja penting dalam fase kehidupan seseorang. Riset menunjukkan bahwa adanya pengalaman yang kurang baik, kegagalan, maupun realitas yang tidak sesuai dengan ekspektasi membuat remaja yang menjalin relasi sosial dapat menyebabkan remaja merasa gagal, tidak dihargai, tidak diterima, bahkan degradasi kepercayaan diri yang pada akhirnya menyebabkan remaja tersebut menjadi tertekan, stres dan tidak sejahtera.

Baca lebih lanjut