Cepatnya pertukaran informasi di media sosial selain menyuburkan demokrasi, juga menimbulkan tantangan, yaitu masifnya penyebaran fake news. Fake news dianggap sebagai salah satu dari sepuluh bahaya teratas bagi masyarakat di seluruh dunia. Intervensi untuk mengurangi bahaya fake news ini telah dilakukan oleh para ahli dari berbagai bidang, baik teknologi informasi, komunikasi maupun psikologi. Intervensi dari teknologi informasi umumnya dilakukan melalui algoritma komputer, misalnya dengan mengurangi fitur filter bubble yang terdapat di media sosial. Filter bubble adalah aktivitas media sosial dengan menggunakan algoritma untuk memilihkan konten berdasarkan keterhubungan dengan konten yang sebelumnya dikonsumsi oleh pengguna media sosial. Intervensi untuk mengurangi fake news umumnya dilakukan dengan mengekspos pengguna media sosial dengan konten yang lebih bervariasi, sehingga memungkinkan pengguna mengakses informasi dari sudut pandang yang lebih beragam.

Baca lebih lanjut

Saat ini isu kesehatan mental terus digaungkan oleh berbagai pihak, kita dapat melihat saat ini banyak sekali layanan kesehatan mental berbasis daring dengan berbagai macam tawaran layanan psikologi yang dapat diberikan, mulai dari yang gratis hingga bertaraf. Sebut saja Riliv, Pijar Psikologi, Ibunda.id, dan Berbagicerita.id merupakan platform layanan konseling psikologi berbasis psikologi. Tawaran yang diberikan pun juga tidak kalah menarik mulai dari konseling gratis selama 45 menit hingga 60 menit, layanan konseling berbasis teks hingga video call, dan dari bayar semampunya hingga bertarak 100.000 ke atas. Di sisi lain kita dapat melihat isu-isu kesehatan mental pun juga sudah mulai kerap dibahas oleh berbagai media nasional, dari TV, radio, hingga para youtuber mulai tergerak membahas mengenai kesehatan mental.

Baca lebih lanjut

Kata gender sering kita gunakan untuk menyimpulkan tingkah laku dan atribut seseorang sebagaimana jenis kelaminnya. Dan jika semua orang memiliki jenis kelamin dan berperilaku berdasarkan gendernya, bagaimana dengan ruang yang digunakan oleh individu dan kelompok untuk mengekspresikan identitas gendernya? Apakah ruang, sebagaimana manusia juga sebenarnya juga memiliki gender? Jika ya, maka apakah gender taman bermain anak-anak kita? Jantan atau betina?

Baca lebih lanjut

Ketika mendengar kata pelecehan seksual banyak dari masyarakat yang akan mengaitkan peristiwa pelecehan seksual dengan jenis kelamin pelaku maupun korban.  Tidak sedikit masyarakat yang mempersepsikan bahwa laki-laki seringkali menjadi pelaku sedangkan perempuan seringkali menjadi korban dalam peristiwa pelecehan seksual. Namun, seiring berjalannya waktu masyarakat semakin sadar mengenai fakta bahwa laki-laki juga dapat menjadi korban dari pelecehan seksual. Meskipun demikian, pemahaman bahwa laki-laki dapat dilecehkan dan perempuan dapat melecehkan belum banyak ditemukan dalam literatur karena sebagian besar literatur masih mengaitkan pelecehan seksual oleh laki-laki terhadap perempuan.

Baca lebih lanjut

Sejak pandemi terjadi pada tahun 2020, interaksi antarmanusia mengalami perubahan yang cukup signifikan. Pertemuan yang awalnya dapat dilakukan secara langsung/luring harus berubah menjadi daring demi mencegah penyebaran virus COVID-19 di masyarakat. Sejalan dengan itu, berbagai aplikasi video conference juga mulai bermunculan dan menjadi satu kebutuhan bagi banyak kalangan. Dimulai dari anak-anak yang menggunakannya untuk bersekolah, hingga individu dewasa yang menggunakannya untuk bekerja atau berinteraksi dengan teman serta keluarga. 

Baca lebih lanjut

Selama hampir dua tahun berlalu di masa pandemi Covid-19 yang tidak menentu ini, muncul sebuah “kebiasaan baru” yang tiba-tiba marak menjadi aktivitas rutin banyak orang (atau bahkan kita sendiri): berkebun. Hampir setiap hari kita mendengar percakapan orang-orang di sekitar kita terselip pembahasan tentang pengalaman berkebun. Entah apa yang mendorong orang-orang menjadikan berkebun menjadi rutinitas baru selama pandemi, atau mengapa di antara berbagai macam aktivitas yang bisa dilakukan di rumah, berkebun menjadi pilihan banyak orang. Memangnya apa sih manfaatnya menghabiskan waktu untuk menanam, merawat, dan mengembangbiakkan tanaman-tanaman di sekitar rumah bagi kesehatan mental kita?

Baca lebih lanjut

Dewasa ini isu kesehatan mental semakin menyebar luas, mulai dari selebgram, selebtok (seleb tiktok), para penyintas mental health, dan aktivis kesehatan mental pun seakan berlom-lomba menyuarakan isu kesehatan mental. Fenomena ini ibarat pedang bermata dua, di satu sisi respon positif masyarakat terkait kesehatan mental sangat luar biasa namun di sisi lain hal ini meningkatkan adanya peluang menjatuhkan kondisi kesehatan mental sendiri dengan self diagnose. Terbukanya informasi tentunya harus disikapi dengan bijak agar dampak positif ini dapat terus bertahan dan dampak negatif bisa diredam.

Baca lebih lanjut

Bermain video games bisa menjadi salah satu alternatif hiburan di tengah berbagai pembatasan aktivitas selama masa pandemi yang berkepanjangan ini. Lembaga data statistik konsumen Statista mencatat adanya kenaikan durasi dalam bermain video games selama pandemi Covid-19. Secara global, masyarakat menghabiskan waktu 39% lebih banyak untuk bermain video games dibandingkan sebelum pandemi. Selama ini, bermain video games sering dianggap sebagai aktivitas yang hanya membuang waktu, kekanak-kanakan, bahkan bisa mengganggu kesejahteraan psikologis. Lalu, jika memang demikian, perlukah kita khawatir dengan terjadinya peningkatan durasi bermain video games selama pandemi ini?

Baca lebih lanjut

Memiliki anak seringkali dianggap menjadi salah satu sumber kebahagiaan bagi pasangan menikah. Apalagi bagi pasangan yang tinggal di lingkungan dengan nilai pro natalis (mendukung kelahiran) yang kuat seperti Indonesia. Namun demikian, ternyata sebuah riset empiris yang dilakukan di Jerman menunjukkan bahwa tidak selalu pasangan orangtua lebih bahagia dibandingkan pasangan yang tidak memiliki anak. Penelitian tersebut dilakukan untuk menjawab pertanyaan mengapa kehadiran anak tidak berdampak pada meningkatnya kebahagiaan pada orangtua. Secara khusus, penelitian yang diterbitkan tahun 2014 tersebut bertujuan untuk mengetahui bagaimana cost yang dikeluarkan dalam membesarkan anak berperan dalam menurunkan kepuasan hidup. Lalu, mengapa kehadiran anak yang secara umum dianggap mendatangkan kebahagiaan, tetapi yang terjadi justru sebaliknya?

Baca lebih lanjut

Perbedaan generasi, atau lebih dikenal sebagai generation gap, masih menjadi topik perbincangan yang hangat dibahas dalam dunia kerja. Dua generasi yang kini mendominasi usia produktif di dunia kerja, yaitu Generasi X dan Generasi Milenial kerap diperbandingkan dalam satu dan lain hal. Bagaimana kedua generasi tersebut dipandang dari sudut pandang sejumlah aspek yang bersinggungan dengan performa kerja mereka?

Baca lebih lanjut