“Ayo sayang, satu suap lagi…” Kalimat ini mungkin menjadi salah satu mantra yang paling sering diucapkan ibu di meja makan, namun tak jarang berakhir dengan gelengan kepala atau aksi tutup mulut si kecil. Fenomena yang sering kita kenal dengan istilah GTM (Gerakan Tutup Mulut) ini memang kerap membuat orang tua merasa “mumet” dan khawatir akan kecukupan gizi buah hatinya. Sebenarnya apakah ada penjelasan untuk fase ini? Yuk kita pahami lebih jauh.

Baca lebih lanjut

Setiap orang tua pasti menginginkan buah hatinya sukses. Sering kali, definisi sukses ini tanpa sadar kita sempitkan pada hal-hal yang terlihat di permukaan: deretan nilai bagus di rapor, piala kejuaraan, atau peringkat di kelas. Namun, apakah kecerdasan dan bakat saja cukup untuk menjamin masa depan mereka? Penelitian psikologi memberikan jawaban yang menarik: keberhasilan jangka panjang anak ternyata tidak hanya ditentukan oleh seberapa pintar mereka, melainkan oleh mindset atau cara pandang mereka terhadap kemampuan diri sendiri. Apa itu mindset?

Baca lebih lanjut

“Sebentar lagi ya, Ma! Tanggung nih!” Kalimat di atas mungkin terdengar sangat familier di telinga para orang tua. Seringkali, kata “sebentar” itu molor menjadi berjam-jam, membuat jadwal makan atau mandi anak berantakan hingga akhirnya orang tua harus meninggikan suara. Kita menyadari bahwa game online kini telah menjadi “taman bermain” baru bagi anak-anak. Namun, di balik layar gadget yang menyala, orang tua sering menyimpan kekhawatiran: apakah hobi ini membawa manfaat, atau justru menjadi bom waktu bagi emosi anak?

Baca lebih lanjut

Di usia 3-6 tahun, anak prasekolah bagai spons yang menyerap segala hal di sekitarnya. Masa ini disebut the golden period—saat otak berkembang pesat, emosi mulai terbentuk, dan kepribadian mulai terlihat. Tapi bagaimana jika fondasi ini rapuh? Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) deni tahun 2013 menunjukkan, hampir 15% anak prasekolah di Indonesia mengalami masalah sosial-emosional seperti kecemasan atau agresivitas. Jika diabaikan, ini bisa menjadi bom waktu yang mengancam kesiapan mereka menghadapi dunia.

Baca lebih lanjut

Kasus pembunuhan di Palembang oleh empat remaja beberapa waktu lalu menjadi alarm mengerikan tentang bagaimana paparan konten kekerasan dan pornografi bisa berpotensi memicu perilaku kriminal. Meski tidak semua konsumsi pornografi berujung kekerasan, kombinasi faktor seperti tekanan teman sebaya, minimnya pengawasan, dan ketidakstabilan emosional dapat menjadi “bom waktu” bagi remaja yang otaknya masih berkembang. Lalu, bagaimana pornografi mengubah cara otak bekerja, hingga memicu risiko kekerasan seksual?

Baca lebih lanjut

Anak-anak berbakat masih menjadi istilah yang kurang populer di Indonesia. Banyak orang yang fokus pada anak-anak gangguan perkembangan yang mengalami masalah di sekolah, seperti Autism, ADHD, learning disabilities, dan gangguan lainnya. Term anak berbakat menjadi istilah yang cukup sulit karena masih banyak pertimbangan yang dipikirkan untuk bisa mendeteksi seseorang dinyatakan sebagai anak berbakat. Bagaimana menanggapinya?

Baca lebih lanjut

Balita adalah sosok yang penuh rasa ingin tahu dan energi tanpa batas. Meskipun masih dalam tahap perkembangan yang pesat, banyak yang mungkin tidak menyangka bahwa mereka sebenarnya sudah memiliki kemampuan untuk ikut berpartisipasi dalam berbagai pekerjaan rumah tangga sederhana. Dengan pendekatan yang tepat, kegiatan ini tidak hanya membantu mereka belajar tanggung jawab, melainkan juga mendukung perkembangan motorik, kognitif, dan emosional mereka. Apa saja yang bisa mereka kerjakan di rumah?

Baca lebih lanjut

Pengetahuan matematis dan penalaran matematis adalah kunci yang digunakan ketika kita ingin memikirkan bagaimana dunia kita tersusun. Individu yang percaya diri dalam penggunaan matematika bisa menjawab pertanyaan mengenai kuantitas, hubungan spasial dan strktural, serta pengukuran dan waktu. Maka dari itu dapat dikatakan bahwa pemikiran matematis merupakan dasar baik dalam ilmu pengetahuan sains ataupun humaniora. Sebegitu pentingnya pemahaman matematika dalam kehidupan ini, tetapi mengapa sebagian dari kita merasa matematika itu begitu menakutkan?

Baca lebih lanjut

Bagi pengguna aktif media sosial saat ini pasti sudah sangat familiar dengan istilah “Daddy Issues”. Namun, istilah ini seringkali disalahpahami oleh banyak orang. Daddy issues sendiri bukanlah istilah medis ataupun psikologis yang tercantum dalam Manual Diagnostik dan Statistik Gangguan Mental (DSM-5), tetapi istilah ini memang sering digunakan di media sosial atau kehidupan sehari-hari untuk menggambarkan perempuan yang memiliki pasangan pria yang umurnya lebih tua. Jadi, apa sebenarnya daddy issues itu?

Baca lebih lanjut

Kontak mata adalah perilaku komunikasi nonverbal yang penting yang sebagian besar dari kita menggunakannya dalam interaksi sosial. Kita tahu bahwa kontak mata membantu orang untuk mengkomunikasikan minat dan ketertarikan mereka terhadap pasangan berkomunikasi. Kontak mata juga penting untuk mengkomunikasikan ketertarikan dalam berinteraksi sosial dengan seseorang. Seringkali, kita harus menjaga kontak mata untuk memahami dan merespon terhadap petunjuk sosial dari orang lain. Kegagalan dalam melakukan kontak mata juga bisa disalah artikan oleh orang lain sebagai tidak tertarik ataupun tidak memperhatikan. Bagaimana dengan mereka yang hidup dengan autisme?

Baca lebih lanjut