“Ayo sayang, satu suap lagi…” Kalimat ini mungkin menjadi salah satu mantra yang paling sering diucapkan ibu di meja makan, namun tak jarang berakhir dengan gelengan kepala atau aksi tutup mulut si kecil. Fenomena yang sering kita kenal dengan istilah GTM (Gerakan Tutup Mulut) ini memang kerap membuat orang tua merasa “mumet” dan khawatir akan kecukupan gizi buah hatinya. Sebenarnya apakah ada penjelasan untuk fase ini? Yuk kita pahami lebih jauh.

Baca lebih lanjut

In the modern service industry, particularly in healthcare, the heaviest burden often isn’t the physical exhaustion of a long shift, but the silent, constant pressure to manage one’s feelings. Nurses are expected to be more than just medical practitioners; they are comforters, listeners, and the primary guardians of a patient’s sense of safety. However, the warm smiles and gentle voices we encounter in the corridors don’t always reflect the person’s internal reality. A nurse might be feeling overwhelmed, heartbroken, or bone-tired, yet they must “put on a show” to maintain professional standards. This delicate balancing act is known as Emotional Labor.

Baca lebih lanjut

Bayangkan Anda sedang berjalan di bawah rimbunnya pepohonan, merasakan udara segar menyapu wajah, dan mendengar melodi alami dari gemercik aliran sungai. Sinar matahari pagi yang hangat perlahan menyentuh kulit, sementara obrolan ringan dengan orang tersayang mengiringi langkah Anda. Pernahkah Anda merasa beban pikiran seolah terangkat setelah melakukannya? Ternyata, perasaan lega itu bukan sekadar sugesti. Itu adalah bukti nyata bagaimana alam bekerja memperbaiki kualitas hidup kita.

Baca lebih lanjut

Seorang ibu, kita panggil saja Mawar, memiliki pandangan yang ideal mengenai pengasuhan dan berbagai rencana dalam hidup, terutama yang berkaitan dengan keluarga dan anak. Ia mengira bahwa hidup akan penuh dengan bunga dan pelangi. Atau dengan kata lain, semua akan indah dan berjalan sesuai rencana. Namun, pada kenyataannya tidak seperti itu. Rencana yang dibuatnya tidak berjalan dengan mulus, berakhir berantakan, bahkan disertai dengan dampak pada kesehatan mental dan fisiknya, seperti kelelahan, burnout, hingga stres yang berlarut-larut. Reaksi emosional seperti kecewa, marah dan sedih pun rentan untuk terjadi. Apakah Anda pernah mengalami hal serupa?

Baca lebih lanjut

Bagi pengguna aktif media sosial saat ini pasti sudah sangat familiar dengan istilah “Daddy Issues”. Namun, istilah ini seringkali disalahpahami oleh banyak orang. Daddy issues sendiri bukanlah istilah medis ataupun psikologis yang tercantum dalam Manual Diagnostik dan Statistik Gangguan Mental (DSM-5), tetapi istilah ini memang sering digunakan di media sosial atau kehidupan sehari-hari untuk menggambarkan perempuan yang memiliki pasangan pria yang umurnya lebih tua. Jadi, apa sebenarnya daddy issues itu?

Baca lebih lanjut

Setelah aktris terkenal Marilyn Monroe ditemukan meninggal dunia pada 4 Agustus 1962 di kediamannya karena bunuh diri, terjadi peningkatan kasus bunuh diri sebesar 12% di Amerika Serikat pada bulan kematian Monroe. Fenomena serupa juga terjadi setelah kematian aktor Robin Williams pada 12 Agustus 2014. Williams ditemukan menggantung dirinya sendiri hingga tidak dapat bernafas. Tidak lama setelah itu, terjadi peningkatan jumlah kasus bunuh diri sebesar 10% di Amerika Serikat. Pelaku bunuh diri tersebut pada umumnya pria (jenis kelamin sama dengan William) dan menggunakan metode yang serupa dengan yang dilakukan oleh komedian terkenal itu. Fenomena bunuh diri yang terjadi dalam situasi di atas dikenal dengan nama copycat suicide. Mari kita bahas lebih lanjut fenomen ini.

Baca lebih lanjut

Dengan maraknya perkembangan internet dan media, berbagai macam informasi menjadi mudah diakses juga ditemukan. Penggunaan media dan internet sangat umum, apalagi di antara generasi muda. Menurut data Kemkoinfo (Rohmadini et al, 2020), 79,5% dari anak-anak dan remaja menggunakan internet. Internet merupakan dimensi yang penting dan bermanfaat bagi remaja dalam kehidupannya. Namun, muncul kekhawatiran mengenai paparan media yang bersifat seksual pada remaja. Seperti berkembangnya dampak negatif, khususnya perilaku seksual yang bersifat berisiko. Jadi, apakah benar paparan media berpengaruh kepada perilaku seksual remaja?

Baca lebih lanjut

Bernapas sekilas terlihat sebagai kegiatan yang sederhana dan seringkali tidak kita sadari secara penuh. Padahal, kemampuan mengelola napas dengan cara yang tepat ternyata dapat menghasilkan dampak yang baik bagi kondisi fisik maupun psikologis kita. Terdapat sejumlah teknik dan metode pernapasan yang dapat meningkatkan tidak hanya kesehatan fisik, melainkan juga psikis dan mental. Bagaimana caranya?

Baca lebih lanjut

Di dunia yang makin bergerak cepat dan saling terkait secara digital saat ini, menemukan cara yang paling efektif dan efisien untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis menjadi lebih penting dari sebelumnya. Dalam hal ini, teknologi turut berperan penting. Salah satu hasil pengembangan teknologi yang mulai banyak dimanfaatkan untuk intervensi kesehatan mental adalah virtual reality (VR). Selama ini, VR lebih banyak dilihat sebagai perangkat game dan juga entertainment. Padahal, sejatinya VR memiliki potensi besar dalam meningkatkan kesejahteraan psikologis secara signifikan.  Mari kita jelajahi bagaimana melangkah ke dunia virtual dapat membuka jalan menuju kesehatan mental yang lebih baik.

Baca lebih lanjut

Bahasan tentang seks dapat dikatakan masih tabu dikalangan masyarakat pada umumnya, padahal efeknya jauh lebih berbahaya jika pembicaraan tentang seks terus dianggap hal yang tabu. Edukasi seks di keluarga maupun di institusi pendidikan masih banyak ditentang atau dianggap tidak pantas diberikan, apalagi pada anak-anak usia dini. Padahal seperti yang kita ketahui bahwa bahasan tentang seks tidak dapat dihindari selamanya, khususnya pendidikan seksual. Mengapa penting untuk membahas hal ini berdasarkan perspektif psikologi?

Baca lebih lanjut