Kehidupan individu berjalan tahap demi tahap sesuai dengan tugas perkembangannya, mulai dari masa bayi hingga usia lanjut. Demikian juga halnya dalam sebuah keluarga. Tanpa disadari, setiap keluarga berkembang dan beradaptasi secara bertahap seperti hanya manusia secara individu. Kondisi ini dimulai dari mempersiapkan kehidupan keluarga hingga nantinya kembali hidup berdua bersama pasangan. Dalam hal ini ada peran-peran tertentu yang diharapkan dapat dicapai keluarga inti melalui capaian tahapan perkembangan dalam sebuah keluarga. Apa saja tahapan pekermbangan dalam sebuah keluarga?

Baca lebih lanjut

Kehidupan pernikahan merupakan suatu tahapan dan tugas perkembangan yang biasanya dihadapi pada tahap dewasa muda. Banyak sekali dinamika yang ditimbulkan dari kehidupan pernikahan, baik itu relasi suami-istri, orang tua-anak, maupun mertua-menantu. Ketika memasuki dunia pernikahan, seseorang akan masuk ke dalam tahap yang baru dalam kehidupan. Apalagi buat individu yang belum pernah masuk ke dalam dunia pernikahan, tentu perlu waktu untuk beradaptasi dengan perubahan-perubahan yang terjadi dari masa lajang menjadi ada pasangan. Ketika memasuki dunia pernikahan, seringkali menjadi dinamika yang sulit, terutama untuk mengembangkan relasi mertua dan menantu yang baik. Seperti apa dinamikanya?

Baca lebih lanjut

Sejak Februari 2022 dunia tidak hanya dipertontonkan kabar pandemi, tetapi juga ketegangan militer yang berpusat di Ukraina. Hampir semua kanal berita televisi dan headline koran secara “vulgar” memperlihatkan realita yang mengaduk emosi kita semua, mulai dari tindakan agresi militer, perjalanan panjang pengungsi perang melewati perbatasan, hingga darah dan reruntuhan bangunan yang menyelimuti tubuh korban perang. Derasnya dan aksesibelnya informasi grafis terkait perang yang sedang terjadi juga tak terelakkan dari anak-anak kita meninggalkan “PR” baru bagi kita sebagai orang tua: perlukah anak-anak menyaksikan kabar perang? Bagaimana anak-anak secara tidak langsung terdampak oleh berita tentang perang? Dan apa yang dapat dilakukan orang tua dalam mengatasi dampak tersebut?

Baca lebih lanjut

Hingga saat ini, banyak anak yang mengalami kekerasan seksual. Apa itu kekerasan seksual? KBBI mengartikan ‘kekerasan’ sebagai sesuatu yang mempunyai sifat keras atau adanya sebuah paksaan dalam suatu perbuatan seseorang atau sekelompok orang yang menyebabkan kerusakan fisik atau suatu barang, sedangkan ‘seksual’ sebagai sesuatu yang berkaitan dengan seks (jenis kelamin) atau perkara persetubuhan antara laki-laki dengan perempuan. Apabila kedua pengertian istilah tersebut digabungkan, maka kekerasan seksual diartikan sebagai tindakan memaksa seseorang atau sekelompok orang yang berkenaan dengan seks, di mana tindakan tersebut menyebabkan adanya kerusakan pada korban.

Baca lebih lanjut

Orangtua seringkali kebingungan ketika melihat perubahan perilaku pada anak yang sudah beranjak remaja. Terkadang juga tidak habis pikir dengan pola pikir ataupun buah pikiran yang dihasilkan oleh anak remajanya ini. Terjadi perdebatan-perdebatan mengenai permasalahan sehari-hari, terkadang perdebatan tersebut hanyalah mengenai pekerjaan rumah seperti mencuci piring yang menurut oragtua harusnya bisa segera diselesaikan tapi anak merasa bahwa pekerjaan itu lebih baik diselesaikan nanti saja. Ataupun mungkin saja mengenai jam tidur yang terlalu malam, jam bangun tidur yang terlalu siang, dan lain-lain.

Baca lebih lanjut

Internet dan smartphone merupakan kemajuan luar biasa dalam dunia komunikasi. Internet memungkinkan keterhubungan dari berbagai belahan dunia pada saat itu juga, real time. Dengan internet dan smartphone, kita tidak hanya dapat mengakses berbagai info, tetapi juga meningkatkan kemungkinan untuk terpapar hal-hal yang tidak kita perlukan atau pun hal negatif. Berbagai riset dan pendapat ahli menyebutkan gadget dan internet kurang baik bagi perkembangan anak, sehingga pemakaiannya perlu dikendalikan bahkan dibatasi. Sebagai orang tua, kita telah berupaya sebaik mungkin mengendalikan hal tersebut, namun hadirnya pandemi dengan pengaturan sekolah online, pada sebagian orangtua seperti kehilangan kendali pada penggunaan gadget dan akses internet ini.

Baca lebih lanjut