Masih ingatkah Anda dengan kebijakan Gubernur Nusa Tenggara Timur  yang mewajibkan siswa-siswi SMA dan SMK masuk sekolah pada pukul 05.00 pagi? Ya, kebijakan ini menuai pro dan kontra. Sebagian orang tua menganggap kebijakan ini memberatkan mereka. Sejumlah protes pun bermunculan menanggapi keputusan yang kontroversial ini. Sudah tepatkah untuk menetapkan waktu aktivitas belajar murid sedini itu?

Baca lebih lanjut

Katanya, generasi saya, Gen Z (lahir pada akhir 1990-an dan awal 2000-an) adalah generasi yang suka mengeluh. Kalau berkaca pada aktivitas di media sosial, khususnya Twitter, tak terhitung frekuensi teman-teman saya yang mengeluh di sana. Ada saja hal-hal yang menjadi keluhan mereka setiap saat, mulai dari masalah dengan keluarga, jalanan macet, sampai topik yang lagi trending. Meskipun mengeluh adalah hal lumrah, tetapi kebiasaan ini umumnya dipandang negatif. Maka tidak ada yang mau dicap sebagai tukang ngeluh. Jika dihadapkan pilihan, kita pasti memilih untuk terhindar dari teman atau rekan yang sering sambat. Lantas, dengan adanya nuansa negatif tentang mengeluh, mengapa hal itu sering terjadi?

Baca lebih lanjut

Di dunia yang makin bergerak cepat dan saling terkait secara digital saat ini, menemukan cara yang paling efektif dan efisien untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis menjadi lebih penting dari sebelumnya. Dalam hal ini, teknologi turut berperan penting. Salah satu hasil pengembangan teknologi yang mulai banyak dimanfaatkan untuk intervensi kesehatan mental adalah virtual reality (VR). Selama ini, VR lebih banyak dilihat sebagai perangkat game dan juga entertainment. Padahal, sejatinya VR memiliki potensi besar dalam meningkatkan kesejahteraan psikologis secara signifikan.  Mari kita jelajahi bagaimana melangkah ke dunia virtual dapat membuka jalan menuju kesehatan mental yang lebih baik.

Baca lebih lanjut

Kasus pertemanan yang toxic atau tidak sehat sudah cukup banyak kita amati baik di media sosial maupun di lingkungan sekitar kita. Sebut saja seorang mahasiswa N yang dulu berteman lama dengan rekannya ternyata kandas karena gossip yang dilansirkan dari rekannya sendiri membuatnya hilang kepercayaan dan putusnya hubungan pertemanan. Kondisi lain juga nampak, misalnya, seseorang yang justru terus berteman dengan seseorang yang nyata malahan seringkali menjelekkannya dan ia tetap saja berteman padahal sudah jelas membuatnya tidak nyaman bahkan menderita. Menarik untuk dibahas mengapa hal ini bisa terjadi.

Baca lebih lanjut

Di era digital yang serba canggih ini, termasuk ketika ingin mencari pasangan pun dapat dilakukan hanya melalui media sosial. Bayangkan saja, kita dapat dengan mudah untuk menaruh perasaan kepada seseorang yang hanya ditemui dalam bentuk digital dan bukan secara langsung bertemu di dunia nyata. Namun, kemudahan-kemudahan ini ternyata ada “biayanya”. Apa saja “ongkos” yang perlu dibayar seseorang ketika mencoba menjalin hubungan romantis melalui media sosial? Ghosting salah satunya.

Baca lebih lanjut

Natal adalah hari raya umat Kristiani yang dirayakan pada tanggal 25 Desember setiap tahunnya untuk memperingati kelahiran Yesus Kristus. Namun, kasih dan sukacita natal juga ikut dirasakan oleh banyak orang. Suasana sebelum atau bahkan setelah Natal secara magis mampu menghadirkan kebahagiaan. Lalu, apa yang menjadikan momen natal bisa membawa kegembiraan bagi kita?

Baca lebih lanjut

Relasi romantis (baik pernikahan maupun pacaran) umumnya disertai dengan komitmen untuk setia terhadap satu sama lain. Perselingkuhan terjadi ketika janji atau komitmen untuk setia terhadap pasangan tersebut dilanggar atau dipatahkan, yang menyebabkan pihak yang dikhianati merasa terluka, sakit hati, bingung, dan marah.  Berbeda dengan pihak yang diselingkuhi, pihak yang berselingkuh dapat saja merasa bahwa perselingkuhan menggiurkan, seru, memberikan kebaharuan, merasa muda, dan sukacita.

Baca lebih lanjut

Bahasan tentang seks dapat dikatakan masih tabu dikalangan masyarakat pada umumnya, padahal efeknya jauh lebih berbahaya jika pembicaraan tentang seks terus dianggap hal yang tabu. Edukasi seks di keluarga maupun di institusi pendidikan masih banyak ditentang atau dianggap tidak pantas diberikan, apalagi pada anak-anak usia dini. Padahal seperti yang kita ketahui bahwa bahasan tentang seks tidak dapat dihindari selamanya, khususnya pendidikan seksual. Mengapa penting untuk membahas hal ini berdasarkan perspektif psikologi?

Baca lebih lanjut

Bunuh diri telah menjadi suatu permasalahan perilaku yang seringkali dijumpai pada kehidupan masa sekarang ini. WHO mencatat bahwa ada satu kematian tiap 40 detik karena bunuh diri setiap tahunnya. Bahkan, secara lebih lanjut bunuh diri telah menjadi penyebab kematian urutan kedua dalam rentang usia 15-29 tahun dengan 79% kasus yang terjadi pada negara berpendapatan rendah hingga menengah. Hal tersebut menjadikan kaum muda sebagai kelompok populasi yang sangat riskan untuk bisa dengan mudahnya mengakhiri hidup. Dalam memprediksi kasus bunuh diri, kajian mengenai ide bunuh diri (suicidal ideation) sebagai awalan dari perilaku ekstrem tersebut menjadi penting. Tidak hanya itu, perlu diketahui pula cara yang bisa diupayakan agar meminimalisir munculnya ide bunuh diri.

Baca lebih lanjut