β€œAnd they live happily ever after.” Demikianlah biasanya tulisan dalam lembar terakhir buku cerita dongeng, biasanya tersurat ketika tokoh utama dongeng tersebut menikah. Seringkali cerita akan ditutup dengan adanya pesta pernikahan meriah yang menggambarkan sukacita ataupun sorotan kepada kedua sejoli yang berbahagia. Di situlah kisah berakhir.

Baca lebih lanjut

Setelah aktris terkenal Marilyn Monroe ditemukan meninggal dunia pada 4 Agustus 1962 di kediamannya karena bunuh diri, terjadi peningkatan kasus bunuh diri sebesar 12% di Amerika Serikat pada bulan kematian Monroe. Fenomena serupa juga terjadi setelah kematian aktor Robin Williams pada 12 Agustus 2014. Williams ditemukan menggantung dirinya sendiri hingga tidak dapat bernafas. Tidak lama setelah itu, terjadi peningkatan jumlah kasus bunuh diri sebesar 10% di Amerika Serikat. Pelaku bunuh diri tersebut pada umumnya pria (jenis kelamin sama dengan William) dan menggunakan metode yang serupa dengan yang dilakukan oleh komedian terkenal itu. Fenomena bunuh diri yang terjadi dalam situasi di atas dikenal dengan nama copycat suicide.Β Mari kita bahas lebih lanjut fenomen ini.

Baca lebih lanjut

Dalam keseharian, kita melihat orang yang mengenakan atribut agama akan kita sebut sebagai orang yang relijius. Orang yang terlihat melakukan ibadah di tempat ibadah umum juga akan disebut sebagai relijius. Hal ini juga terlihat pada para terdakwa yang duduk di kursi pengadilan yang mengenakan baju lengkap dengan ornamen keagamaan. Mengapa menjadi “relijius” seakan menjadi hal penting?

Baca lebih lanjut

Bagi sebagian anak, orang tua menjadi sosok pelindung, penyedia kasih sayang dan pemberi kehangatan, serta menjadi panutan dalam kesehariannya. Hal ini membuat relasi anak dan orang tua di usia kanak-kanak sangat signifikan dalam membentuk rasa aman dan ketercukupan kebutuhan seorang anak, baik psikologis, material, maupun secara fisik. Peristiwa kehilangan orang tua di masa kanak-kanak menjadi suatu kondisi yang merampas rasa aman dan kesejahteraan anak.

Baca lebih lanjut

Pembahasan mengenai multikulturalisme di Indonesia mengundang keasyikan tersendiri, terutama jika kita menggunakan berbagai sudut pandang yang berbeda. Tulisan Johanes Yotam dan Eko Meinarno di edisi psyence.id sebelumnya mengenai multikulturalisme dapat dikategorikan sebagai buah pikir optimistis atas multikulturalisme itu sendiri. Multikulturalisme dijelaskan dapat dibangun dan dibentuk, memiliki banyak keuntungan psikologis, dan lain-lain. Bahkan pada tataran pembentukan rasa kebangsaan, tampaknya multikulturalisme adalah jawaban yang paling tepat saat ini. Namun, apakah membangun cara pikir multikulturalisme itu tidak mempunyai hambatan?

Baca lebih lanjut

Dengan maraknya perkembangan internet dan media, berbagai macam informasi menjadi mudah diakses juga ditemukan. Penggunaan media dan internet sangat umum, apalagi di antara generasi muda. Menurut data Kemkoinfo (Rohmadini et al, 2020), 79,5% dari anak-anak dan remaja menggunakan internet. Internet merupakan dimensi yang penting dan bermanfaat bagi remaja dalam kehidupannya. Namun, muncul kekhawatiran mengenai paparan media yang bersifat seksual pada remaja. Seperti berkembangnya dampak negatif, khususnya perilaku seksual yang bersifat berisiko. Jadi, apakah benar paparan media berpengaruh kepada perilaku seksual remaja?

Baca lebih lanjut

Perspektif psikologi agak jarang dijadikan sarana untuk berkontribusi terhadap isu multikulturalisme. Padahal multikulturalisme diawali dari bagaimana individu melihat, merasakan, memahami, dan akhirnya bertindak terhadap keberagaman sosial yang ada. Secara khusus di Indonesia, tiap orang akan selalu beradaptasi dengan orang lain. Dimulai dari harus mengenali, memahami, dan menganalisis teman barunya.

Baca lebih lanjut

Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) adalah bentuk penganiayaan yang dilakukan oleh seseorang terhadap pasangannya (biasanya dilakukan oleh laki-laki). Yang sering terjadi adalah KDRT dalam bentuk kekerasan fisik dan psikis. Meskipun sempat menurun dari 2018 hingga 2021, kasus KDRT kembali meningkat di sepanjang tahun 2022. Data dari Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) menunjukkan, sepanjang 2022 tercatat 18.138 penyintas KDRT di Indonesia.

Baca lebih lanjut

Kepadatan dan kerumunan merupakan wajah yang melekat pada kehidupan kota. Kondisi yang ramai dan hiruk pikuk mengisi setiap sudut kota besar seperti Jakarta merupakan tantangan psikologis tersendiri bagi para penduduknya. Akibat kepadatan urban yang tak terhindarkan ini,Β  Sejumlah peneliti melaporkan bahwa jika dibandingkan masyarakat di pedesaan, masyarakat perkotaan lebih rentan mengalami environmental stressβ€”keadaan stres yang muncul ketika individu berhadapan dengan tuntutan berasal dari lingkungan yang meminta individu tersebut untuk menyesuaikan diri dengan tuntutan yang ada. Bagaimana bisa begitu?

Baca lebih lanjut