Selama hampir dua tahun berlalu di masa pandemi Covid-19 yang tidak menentu ini, muncul sebuah “kebiasaan baru” yang tiba-tiba marak menjadi aktivitas rutin banyak orang (atau bahkan kita sendiri): berkebun. Hampir setiap hari kita mendengar percakapan orang-orang di sekitar kita terselip pembahasan tentang pengalaman berkebun. Entah apa yang mendorong orang-orang menjadikan berkebun menjadi rutinitas baru selama pandemi, atau mengapa di antara berbagai macam aktivitas yang bisa dilakukan di rumah, berkebun menjadi pilihan banyak orang. Memangnya apa sih manfaatnya menghabiskan waktu untuk menanam, merawat, dan mengembangbiakkan tanaman-tanaman di sekitar rumah bagi kesehatan mental kita?
Ternyata, berkebun merupakan aktivitas yang secara ilmiah terbukti dapat meningkatkan kesejahteraan psikologis kita di tengah masa pandemi ini! Sebuah riset besar yang dilakukan di Inggris menunjukkan bahwa terdapat sejumlah kegiatan yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan mental selama pandemi Covid-19. Penelitian ini melibatkan lebih dari 55 ribu orang dewasa dari berbagai latar belakang usia, tingkat pendidikan dan sosial, tempat tinggal, serta pekerjaan. Tujuan utamanya: melihat kaitan antara sejumlah aktivitas tertentu dengan kesehatan dan kesejahteraan psikologis selama masa pandemi. Dalam penelitian tersebut, kesehatan dan kesejahteraan psikologis mencakup tiga hal: 1. kecemasan; 2. depresi, dan; 3. kepuasan hidup.
Dari penelitian panel tersebut, tim peneliti menemukan setidaknya ada 3 kegiatan sehari-hari yang bisa mengurangi gejala depresi dan kecemasan, serta meningkatkan kepuasan hidup saat pandemi. Pertama, kegiatan berkebun. Seperti telah disampaikan sebelumnya, kegiatan berkebun selama sekitar 30 menit per hari dapat menurunkan gejala depresi dan kecemasan, serta meningkatkan kepuasan hidup. Kedua, kegiatan olahraga selama setidaknya 30 menit per hari ditemukan terkait dengan menurunnya gejala depresi dan kecemasan. Tidak hanya itu, berolahraga juga berkaitan dengan meningkatnya kepuasan hidup. Terakhir, kegiatan di rumah yang mampu menjaga kesehatan mental kita adalah mendengarkan musik. Mendengarkan musik setidaknya selama 30 menit per hari ditemukan secara signifikan berkaitan dengan menurunnya gejala-gejala depresi.
Nah, jika kita lihat sepintas, ketiga tersebut tampaknya adalah kegiatan rutin sederhana yang dapat kita lakukan sehari-hari di rumah. Sepertinya kita memang perlu memberikan perhatian lebih kepada hal-hal sederhana dalam kegiatan sehari-hari agar tidak melulu terbebani oleh kekhawatiran terhadap situasi yang tidak menentu di tengah pandemi ini.
Artikel ini merupakan ringkasan dari artikel ilmiah “Time-use and mental health during the COVID-19 pandemic: a panel analysis of 55,204 adults followed across 11 weeks of lockdown in the UK” oleh Bu, Steptoe, Mak, & Fancourt (2020) yang diterbitkan di jurnal MedRxiv.
