Bisakah “Cukup” Bersahabat dengan Lawan Jenis?

Pernahkah Anda berteman dengan lawan jenis, di mana pertemanan tersebut terasa sangat dekat, sangat hangat atau lebih mudah disebutnya dengan kata “sahabat”? Jika pernah, apa perasaan Anda yang muncul terhadap “sahabat” Anda tersebut? Apakah muncul rasa suka dan keinginan untuk membangun hubungan romantis dengannya? Mungkin hal tersebut terdengar lazim dijumpai. Atau, yang terjadi adalah sebaliknya: apakah Anda berpikir bahwa sahabatan dengan lawan jenis pasti tidak saling suka? Agaknya tidak sedikit pula yang menganggap bahwa persahabatan antara lawan jenis murni sebuah jalinan pertemanan, tanpa melibatkan perasaan atau romantisme sama sekali.

Sebenarnya alasan paling masuk akal untuk mengikat hubungan dengan sahabat lawan jenis kita adalah kita sudah dalam satu frekuensi yang sama. Jelas dong, namanya juga udah jadi sahabat, pasti sering curhat bareng, bahkan kadang memiliki selera makan yang sama, selera hiburan yang sama. Tidak jarang kedekatan ini membuat kita merasa “tidak ada lagi orang yang dapat mengerti aku selain dia sahabatku.” Mungkin Anda pernah menonton film berjudul “Teman tapi Menikah” yang menceritakan bagaimana kisah yang bermula persahabatan lawan jenis antara Ditto Percussion dan Ayudia hingga akhirnya mereka menikah dengan bahagia. Apakah persahabatan lawan jenis memang sejatinya tidak mungkin tidak melibatkan perasaan? Mari kita bahas sejenak mengenai fenomena ini.

Sebelum lebih dalam membahas mengenai persahabatan antar lawan jenis, kita perlu mengetahui terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan persahabatan. Persahabatan adalah jalinan hubungan interpersonal antara kedua individu menuju ke arah yang positif atau produktif. Persahabatan seseorang dengan orang lain dapat tercipta dengan teman sejenis maupun dengan lawan jenis, atau bisa disebut dengan cross sex friendship. Persahabatan jenis kedua tersebut bisa dikatakan cukup unik. Mengapa demikian? Karena pada jenis persahabatan tersebut adanya jalinan hubungan non-romantik yang terjadi antara perempuan dan laki-laki. Berteman dengan lawan jenis bukanlah hal yang jarang kita temui apalagi jika kita telah beranjak ke usia dewasa awal. Bagi individu dewasa awal, hubungan cross sex friendship merupakan hal yang umum terjadi, meskipun tidak seumum hubungan persahabatan dengan teman sesama jenis.

Hasil penelitian terdahulu menyatakan bahwa dalam menjalin pertemanan dengan lawan jenis, seseorang cenderung untuk menghabiskan waktu bersama, memiliki kesamaan, adanya hubungan timbal-balik dan juga saling menceritakan masalah pribadi. Dengan berteman lawan jenis juga tentunya sangat membantu kita loh, contohnya adalah kita jadi bisa melihat bagaimana sudut pandang suatu hal ataupun permasalahan dari perspektif lawan jenis. Selain itu, bagi seorang perempuan berteman dengan lawan jenis tentunya memberikan rasa aman tersendiri ketika hendak berpergian ataupun dalam hal lainnya. Bagi laki laki, tidak bisa dipungkiri bahwa perempuan adalah pemberi dukungan emosional terbaik, dan pertemanan semacam ini juga bisa meningkatkan resiliensi (ketangguhan diri). Dengan demikian, terjadilah hubungan timbal balik pada perempuan dan laki-laki dalam menjalin dan membangun persahabatan lawan jenis ini.

Bagi individu yang menjalin hubungan persahabatan dengan lawan jenis tanpa adanya perasaan ingin memiliki bukanlah hal yang mudah. Oleh sebab itu, terdapat sejumlah strategi yang dapat dilakukan yaitu untuk bisa merawat persahabatan dengan lawan jenis:

1. Membuat komitmen

Untuk mempertahankan persahabatan kalian, kita perlu membuat komitmen untuk tidak melibatkan perasaan satu sama lain. Jadi, kalau salah satu dari pasangan sahabat ada yang tiba-tiba jatuh cinta, kita perlu ingat-ingat komitmen yang telah dibuat dari awal.

2. Mengalihkan pembicaraan

Maksudnya adalah jika sahabat Anda sudah membicarakan hal-hal romantis yang merujuk ke arah ingin pacaran, Anda bisa kok mengalihkan pembicaraan tersebut dengan candaan.

3. Memperbanyak teman lawan jenis

Kenapa begitu? Karena jika kita memperbanyak teman lawan jenis, maka asumsi tentang Anda bisa menyukai sahabat Anda itu akan berkurang atau bahkan tidak ada memiliki kecurigaan atau asumsi terhadap hubungan pertemanan kalian

4. Harus selalu menjaga kontak fisik

Yang dimaksud dalam hal ini, kalian bisa menghindari seperti bergandengan tangan, atau bentuk-bentuk kontak fisik lainnya.

5. Prioritaskan hubungan dengan pasangan

Jika Anda memiliki hubungan yang romantik dengan pasangan, jangan tinggalkan pasangan Anda hanya untuk menghabiskan waktu dengan sahabat lawan jenis Anda dan jangan terlalu banyak mengeluhkan atau membicarakan hal-hal buruk tentang pasangan Anda.

Jadi, seperti yang sudah dijelaskan di atas, beberapa strategi mempertahankan hubungan persahabatan yang ditemukan itu seperti menjaga komunikasi tetap berlangsung, melibatkan satu sama lain dalam kehidupan masing-masing dan menghabiskan waktu bersama. Tak lupa juga untuk memperhatikan apa saja tantangan dalam cross sex friendship seperti harus menjaga kontak fisik dan menjaga perasaan hubungan pasangan romantik kalian. Nah, bagaimana pandangan Anda mengenai cross sex friendship? Bisakah sahabatan dengan lawan jenis tanpa melibatkan perasaan?

Authors

Bagikan artikel ini

Artikel terkait