Pentingnya Relasi Pertemanan di Masa Remaja

Masa remaja dikenal sebagai suatu tahap atau proses kehidupan seseorang, yaitu peralihan dari masa kanak-kanak menuju dewasa. Pada masa remaja akan mengalami perubahan baik secara fisik, psikis, sosial maupun emosional. Oleh karena itu tahap perkembangan remaja penting dalam fase kehidupan seseorang. Riset menunjukkan bahwa adanya pengalaman yang kurang baik, kegagalan, maupun realitas yang tidak sesuai dengan ekspektasi membuat remaja yang menjalin relasi sosial dapat menyebabkan remaja merasa gagal, tidak dihargai, tidak diterima, bahkan degradasi kepercayaan diri yang pada akhirnya menyebabkan remaja tersebut menjadi tertekan, stres dan tidak sejahtera.

Relasi sosial adalah hubungan sosial yang didapat dari hasil interaksi antara dua orang atau lebih. Dalam sebuah riset, ditemukan bahwa seseorang yang kurang mampu dalam menjalin relasi sosial akan mengakibatkan terganggunya kehidupan sosial, orang tersebut akan merasa malu, menarik diri, mengalami kecemasan sosial serta merasa kesepian. Ketidakmampuan seseorang untuk menjalin relasi pertemanan yang baik pada remaja dapat berpengaruh terhadap kehidupan sosial remaja terutama di sekolah. Remaja akan mengalami kesulitan dalam beradaptasi dengan lingkungan sekolah dan menarik diri dari teman-teman yang ada disekolah.

Teman sebaya terbentuk dengan spontan tergantung dengan kebutuhan, aturan, dan minat yang sama untuk mencapai tujuan yang sama. Dalam bukunya, Jeanne Ormrod, profesor psikologi pendidikan dari University of New Hampshire, mengatakan bahwa teman sebaya dapat memberi pengaruh positif dan pengaruh negatif. Banyak teman sebaya yang memberi dorongan untuk hal-hal baik seperti jujur, bersikap adil, kesejahteraan dan bersih dari obat-obatan terlarang. Akan tetapi, teman sebaya juga dapat mendorong individu dalam pengaruh yang buruk seperti agresi, aktivitas kriminal serta perilaku anti sosial.

Dukungan sosial sangat diperlukan pada masa remaja ini sebagai bentuk tingkah laku yang dapat memberikan rasa nyaman yang pada akhirnya membuat remaja merasa yakin bahwa dirinya dihargai, diterima, atau dianggap keberadaannya ada dalam suatu interkasi sosial. Relasi sosial yang positif pada remaja dapat membuat individu tersebut membentuk karakter asertif. Melalui karakter asertif, remaja mampu untuk mengungkapkan perasaan secara positif, dapat menolak permintaan dengan tidak menyakiti perasaan orang lain, dapat menyampaikan pendapat bahkan memahami kelebihan dan kelemahannya. Individu dengan karakter asertif tinggi akan percaya diri, memiliki harga diri diri melalui komunikasi dengan orang lain, terbuka dan jujur serta mampu untuk mengambil keputusan dengan tepat.

Author

Bagikan artikel ini

Artikel terkait