cyber prosocial behavior

Cyber Prosocial Behavior: Perilaku Prososial di Era Digital

Dalam psikologi sosial, kita sering mendengar istilah perilaku prososial, yang secara singkat dapat diartikan sebagai perilaku meringankan beban orang atau kelompok lain tanpa mengharapkan imbalan atau keuntungan. Dalam keseharian, perilaku prososial paling mudah dikenali dalam bentuk menolong, berbagi, dan perilaku menenangkan. Sayangnya, dalam kehidupan modern pasca pandemi saat ini, rasanya perilaku prososial menjadi semakin jarang ditemui langsung dalam keseharian kita, mengingat hampir semua interaksi sosial kita berpindah ke ruang digital. Dengan demikian, apakah kemudian kita masih bisa menolong, berbagi atau bahkan saling menenangkan orang lain dalam ruang digital?

Perilaku prososial dunia maya melibatkan berbagai karakteristik yang dapat dibedakan dari perilaku prososial luring (offline). Secara khusus, alat pencarian seperti Google memudahkan orang untuk mencari dan menemukan berbagai peluang untuk membantu orang lain atau menerima bantuan. Pencarian bantuan daring (online) dan pemberian bantuan daring tidak dibatasi oleh karakteristik atau atribut fisik (misalnya, usia, jenis kelamin, ras, penampilan). Penghapusan hambatan seperti fisik karakteristik dan atribut mendukung pengambilan keputusan orang lain untuk memberikan bantuan secara daring.

Sama halnya dengan perilaku prososial yang kerap kita jumpai dalam interaksi sosial langsung, cyber prosocial behaviour tampil dalam berbagai bentuk, seperti:

  1. Mentoring online, yaitu pendampingan dan dukungan sosial melalui teknologi digital, yang memudahkan mentor berkomunikasi dengan klien;
  2. Electronic support groups, yaitu pemberian bantuan dan saran/nasihat melalui internet. Kelebihan dari model ini adalah banyak orang yang mendapat dukungan tanpa takut dihakimi;
  3. Pembelajaran kolaboratif, contohnya seperti yang disediakan oleh platform semacam wikipedia atau wordpress
  4. Petisi online atau E-petisi
  5. Penggalangan dana/donasi elektronik dan crowdfunding

Menjadi prososial di ruang digital menawarkan banyak manfaat, baik bagi pemberi maupun penerima manfaat. Pelaku cyber prosocial behavior umumnya melaporkan manfaat yang mereka rasakan dari keterlibatannya sebagai relawan virtual, seperti rasa kepuasan dan tambahan dukungan sosial dalam komunitas daring mereka. Di samping itu, ada juga manfaat dari sisi kesehatan mental, seperti merasa berhasil, bahagia, dan terpenuhi kebutuhan emosionalnya. Sementara itu, penerima manfaat melaporkan berbagai bagi manfaat kesehatan mental dari bergabung dengan kelompok dukungan daring, seperti terciptanya hubungan individu dengan berbagai komunitas daring yang merupakan salah satu sumber dukungan sosial.

Mengapa orang ingin terlibat dalam cyber prosocial behavior?

Terdapat dua teori yang menjelaskan mengapa seseorang melakukan cyber prosocial untuk membantu atau mencari bantuan melalui internet dan teknologi digital lainnya, yaitu teori kognitif sosial dan teori co-construction. Dalam teori kognitif sosial dijelaskan bahwa orang belajar dengan mengamati orang lain. Oleh karena itu, orang mungkin terlibat dalam perilaku cyber prosocial karena sebelumnya mereka mengamati orang lain dalam melakukan hal yang sama.

Sedangkan dalam teori co-construction dijelaskan bahwa orang, khususnya remaja dan dewasa muda, membangun identitas daring mereka mirip dengan identitas luring. Mereka menemukan bahwa orang-orang dengan kecenderungan altruistik dan prososial dalam lingkungan tatap muka lebih mungkin untuk terlibat dalam perilaku cyber prosocial. Kedua teori tersebut berkontribusi pada pemahaman tentang keterlibatan berkelanjutan di perilaku cyber prosocial dan kondisi di mana orang meminta bantuan atau memberikan bantuan kepada orang lain secara daring.

 

Artikel ini merupakan ringkasan dari bab “Cyber prosocial behavior: Prosocial behaviors in the digital age” oleh Wright dan Pendergrass (2016) dalam buku “Prosocial Behavior: Perspectives, Influences and Current Research” yang diterbitkan Nova Science Publishers, Inc.

Authors

Bagikan artikel ini

Artikel terkait