Menyiapkan Pembelajaran yang Unik dan Menyenangkan Bagi Siswa dengan Autism Spectrum Disorder

Pendidikan merupakan hal mendasar yang penting bagi semua anak, tidak terkecuali bagi anak berkebutuhan khusus, termasuk anak dengan penyandang Autism Spectrum Disorder (ASD). Dengan berbagai tantangannya, anak dengan ASD tetap mampu belajar dan mengikuti kegiatan pembelajaran dengan kondisi dan keadaan yang mereka alami. Siswa dengan ASD tentu masih dapat belajar dan bermain seperti anak pada umumnya. Lalu, apa yang perlu dilakukan untuk dapat mengoptimalkan lingkungan pembelajaran bagi anak dengan ASD?

ASD dalam hal anak berkebutuhan khusus (ABK) adalah anak yang digolongkan mengalami gangguan perkembangan perfasif (Pervaisve Development Disorder) yang ditandai dengan adanya abnormalitas secara kualitatif dalam pola komunikasi dan interaksi sosial dengan stereotipik yang berulang disertai dengan gerakan dan minat yang terbatas.  Semakin bertambahnya usia, anak ASD diharapkan mampu secara mandiri untuk belajar seorang diri tanpa bantuan dan arahan guru atau orang tua dan memiliki motivasi yang tinggi untuk anak belajar dan menempuh pendidikan.

Guru atau orang tua pendamping biasanya menggunakan berbagai metode pembelajaran yang unik dan menyenangkan bagi siswa ASD untuk dapat mengikuti pembelajaran dan kegiatan belajar mengajar dengan baik. Untuk mencapainya, diperlukan penanaman nilai pendidikan karakter maupun pembelajaran melalui pendekatan dan layanan yang khusus. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kemandirian dan motivasi belajar siswa ASD adalah dengan modifikasi pembelajaran yang unik dan menyenangkan. Biasanya, guru atau orang tua pendamping siswa ASD menggunakan metode pembelajaran yang diikuti dengan kegiatan bermain, yang bertujuan membuat siswa ASD menaruh minat agar tetap fokus dan memberikan atensi penuh pada kegiatan pembelajaran yang diberikan. Namun, seiring berjalannya waktu dengan kondisi dan keadaan pandemi Covid-19, tentu tak hanya bagi seluruh siswa sekolah, siswa ASD juga membutuhkan pembelajaran yang dimodifiasi dan diikuti dengan keadaan dan kondisi saat ini.

Terdapat berbagai cara menarik yang dapat dilakukan oleh guru atau orang tua pendamping siswa ASD dalam memfokuskan untuk siswa dapat belajar, yaitu dengan membuat suatu desain pembelajaran yang unik dan menyenangkan yang didasarkan melalui pengembangan pada model pembelajaran yang kolaboratif, modifikasi pada prinsip fleksibilitas dan adanya sebuah dukungan. Dalam bukunya yang berjudul Ortopedagogik Anak Tuna Daksa, Assjari menyampaikan bahwa prinsip dasar layanan pendidikan untuk ABK harus terdapat sejumlah indikator prinsip penting, seperti prinsip keseluruhan anak (all the children), kenyataan (reality), program yang dinamis (a dynamic program), kesempatan yang sama (equality of opportunity), kerjasama, kasih sayang, pelayanan individu, motivasi, keterampilan, pengulangan, dan penguatan di atas yang diimplementasikan ke dalam kegiatan atau program sekolah.

Kondisi dan keadaan keseharian saat ini juga menuntut siswa ASD tidak asing dengan teknologi dan informasi. Oleh karena itu, salah satu desain pembelajaran yang unik yang dapat diterapkan kepada siswa ASD dalam mengikuti pembelajaran adalah sebuah aplikasi belajar. Penggunaan aplikasi belajar ini tentunya perlu didampingi oleh orang tua atau guru pendamping siswa ASD terlebih dahulu. Di dalam sebuah aplikasi tersebut, guru atau orang tua pendamping dapat memasukkan kegiatan-kegiatan pembelajaran untuk siswa ASD. Agar siswa ASD dapat menaruh minat dan atensi penuh, dibutuhkan juga sebuah pembelajaran yang diikuti oleh sebuah kegiatan permainan yang menyenangkan di dalam aplikasi tersebut. Permainan ini juga tidak hanya bermanfaat untuk menaruh minat siswa ASD, melainkan juga sebagai sebuah terapi bermain untuk siswa ASD itu sendiri. Permainan tersebut juga harus dibuat sedemikian rupa yang juga diharapkan dapat melatih sensori motorik siswa ASD.

Mendidik siswa ASD tentunya memiliki tantangan yang besar, baik bagi orang tua maupun guru. Banyaknya tantangan dan distraksi bagi siswa ASD di dalam diri mereka sendiri tentu hal yang tidak mudah bagi seorang guru atau orang tua dalam mengarahkan siswa ASD untuk belajar secara mandiri dan memiliki motivasi yang tinggi dalam belajar. Oleh karena itu, dibutuhkan fasilitas pendidikan dengan desain khusus yang unik dan menyenangkan untuk penyandang ASD.

Author

Bagikan artikel ini

Artikel terkait