Berkenalan dengan Instrumen Versi Pendek dari Big Five Personality Inventory: TIPI – Ten Item Personality Inventory

Trait kepribadian adalah salah satu domain dalam psikologi yang memiliki peran penting dalam menentukan perilaku individu. Salah satu model teoretik trait kepribadian yang populer dan sering digunakan untuk menggambarkan kepribadian individu adalah pendekatan The Big Five. Sesuai dengan namanya, model trait kepribadian ini terdiri dari lima dimensi, yaitu: extraversion; agreeableness; conscientiousneess; emotional stability; dan openness to experience (penjelasan lebih lanjut tentang kelima dimensi tersebut dapat dibaca di sini). Bagaimana cara peneliti dan praktisi psikologi sejauh ini memahami kepribadian seseorang melalui pendekatan Big Five ini?

Dalam perkembangannya, terdapat berbagai macam instrumen yang dapat digunakan untuk mengukur kepribadian Big Five, seperti Revised NEO Personality Inventory (NEO-P-I-R) yang dikembangkan oleh Costa dan McCrae tahun 1992. Instrumen tersebut merupakan versi paling komprehensif, dengan 240 aitem dan durasi pengerjaan 45 menit. McCrae dan Costa pada tahun 2004 membuat versi lebih ringkas, yang diberi nama NEO Five Factor Inventory (NEO-FFI) dengan 60 aitem. Kemudian, John dan Srivastava pada tahun 1999 turut mengembangkan instrumen Big Five yang diberi nama Big Five Inventory (BFI) dengan 44 aitem. Meskipun NEO-FFI dan BFI merupakan instrumen yang lebih pendek dibandingkan NEO-P-I-R, sejumlah ahli berpendapat bahwa tetap dibutuhkan pengembangan instrumen pengukuran yang lebih singkat untuk menghemat waktu pengerjaan.

Pada situasi penelitian tertentu, peneliti dihadapkan pada kondisi yang tidak selalu ideal untuk memberikan instrumen dengan aitem yang banyak, misalnya studi longitudinal, studi yang melibatkan sejumlah variabel, studi pra-screening, dan studi internet. Menjawab permasalahan tersebut, Samuel Gosling dan tim risetnya dari University of Texas, Amerika Serikat, pada 2003 mengembangkan instrumen pengukuran model Kepribadian Big Five yang lebih singkat, yaitu Ten Item Personality Inventory (TIPI) yang setiap dimensinya diukur hanya dengan dua aitem, alih-alih 12 ataupun 10 seperti pada instrumen-instrumen sebelumnya. Instrumen versi pendek ini diharapkan dapat menjadi pilihan bagi peneliti untuk menghemat waktu dan meminimalisir efek kelelahan partisipan. Dalam pengembangannya, TIPI ditemukan memiliki kriteria psikometrik yang memuaskan, baik dalam hal validitas maupun reliabilitasnya. Dengan kata lain, meskipun hanya menggunakan 10 item, kemampuan TIPI dalam mengukur kepribadian dapat dikatakan sama baiknya dengan instrumen yang menggunakan jumlah aitem yang jauh lebih banyak.

Pada tahun 2018, sebuah riset dilakukan untuk menguji apakah TIPI juga dapat digunakan pada sampel orang Indonesia. Sejumlah 501 partisipan terlibat dalam riset ini dengan mengisi kuesioner TIPI yang telah diterjemahkan dan diadaptasi ke Bahasa dan budaya Indonesia. Hasilnya, ditemukan bahwa TIPI versi Bahasa Indonesia menunjukkan validitas dan reliabilitas yang memuaskan. Hal ini kembali menunjukkan bahwa TIPI merupakan instrumen yang sahih dan dapat diandalkan untuk mengukur trait kepribadian, dalam hal ini khususnya masyarakat Indonesia.

Kesimpulannya, melalui berbagai metode pengujian validitas dan reliabilitas, TIPI menunjukkan kriteria psikometrik yang cukup baik. Di dalam beberapa kondisi tertentu, TIPI dapat dijadikan alternatif instrumen penelitian, dengan kelebihannya yaitu dapat meminimalisir kelelahan partisipan dan menghemat waktu pengerjaan. Terlebih lagi jika penelitian tersebut merupakan studi yang memiliki keterbatasan dalam hal durasi pengambilan data. Namun, perlu diingat bahwa penggunaan TIPI lebih tepat untuk digunakan dalam pengukuran kepribadian pada konteks penelitian, alih-alih konteks diagnosis klinis, karena sejumlah keterbatasan yang dimiliki.

 

Artikel ini merupakan ringkasan dari artikel ilmiah “Translation and validation of the Ten-Item Personality Inventory (TIPI) into Bahasa Indonesia” oleh Akhtar (2018) yang diterbitkan di jurnal International Journal of Research Studies in Psychology.

Author

  • Parawita Nurulhuda

    Parawita Nurulhuda adalah mahasiswa di Fakultas Psikologi Universitas YARSI yang memiliki minat di bidang Psikologi Klinis dan Psikologi Sosial

    View all posts
Bagikan artikel ini

Artikel terkait