Pada suatu waktu, saya “dicurhati” oleh seorang guru Sekolah Dasar (SD), bahwa salah satu siswa didiknya tidak bergabung saat pembelajaran jarak jauh (PJJ), dengan alasan mengantuk, tidak bisa fokus, dan tidak mood. Setelah ditelusuri, siswa tersebut tidur larut malam, terlalu banyak menghabiskan waktu dengan ponsel pintar, dan senang makan makanan cepat saji. Tampaknya, gaya hidup siswa tersebut kurang sehat.

Gaya hidup sehat dapat diartikan sebagai pola perilaku sehat yang setiap hari dilakukan individu, seperti mencuci, menyiapkan makanan, dan makan makanan sehat. Gaya hidup sehat bisa meliputi: keselamatan, misalnya, orangtua menyediakan rumah yang aman, ataupun orangtua melakukan monitor atas perilakunya sendiri, seperti mencegah penggunaan rokok dan alkohol. Berikutnya adalah perilaku makan, termasuk menyediakan makanan sehat (dari segi gizi, porsi, atau jenisnya) dan mengembangkan kebiasaan makan sehat.

Salah satu contoh kebiasaan makan sehat adalah makan bersama. Makan bersama di keluarga memiliki manfaat antara lain: meningkatkan perkembangan bahasa, frekuensi makan bersama dapat mendorong perkembangan kosa kata, keterampilan membaca, serta meningkatnya prestasi akademik. Manfaat lainnya adalah mengurangi risiko gangguan makan dan obesitas. Penelitian menunjukkan bahwa keluarga yang makan bersama secara teratur meningkatkan kebiasaan makan sehat, dan konon hanya sedikit mengalami masalah makan ataupun obesitas. Selain itu, makan bersama keluarga dapat mengurangi risiko penyalahgunaan obat-obatan terlarang. Remaja yang makan secara teratur dengan keluarganya cenderung sedikit yang merokok atau menyalahgunakan alkohol. Makan bersama juga meningkatkan kesadaran tradisi budaya. Partisipasi dalam makan bersama menjadikan anak memiliki kesempatan untuk belajar dan mengidentifikasi tradisi budaya. Tidak hanya itu, makan bersama juga dapat mengurangi masalah emosi. Makan bersama menjadi sarana komunikasi positif antara anak-anak dengan orangtua, menciptakan lingkungan di mana anak terikat, serta mengurangi perilaku berisiko.

Gaya hidup sehat selanjutnya adalah olah raga. Aktivitas fisik tidak hanya dapat meningkatkan kebugaran fisik dan keterampilan, tapi juga dapat meningkatkan perasaan berharga, menurunkan kecemasan, dan mengurangi stres. Selain olah raga, aktivitas fisik lainnya yang merupakan gaya hidup sehat, terutama bagi anak-anak, adalah bermain. Penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang pada saat bayi dan usia prasekolah dapat bermain secara produktif, akan menciptakan kemampuan mengontrol diri dan masalah perilaku yang rendah pada saat SD kelas 1.

Penelitian juga menemukan bahwa tidur yang berkualitas juga merupakan gaya hidup sehat. Durasi tidur yang cukup dapat membantu meningkatkan kewaspadaan, kemampuan fokus, dan daya ingat. Durasi tidur berbeda setiap periode usia perkembangan. Anak usia 5 tahun memiliki durasi tidur 11 jam, anak usia 9 tahun memiliki durasi tidur selama 10 jam, anak usia 13 tahun memiliki durasi tidur selama 9 jam. Seiring bertambahnya usia, anak-anak diperbolehkan untuk mengatur jam tidurnya. Di sisi lain, pada usia dewasa durasi tidur umumnya adalah selama 6 jam. Sedangkan pada lanjut usia durasi tidur semakin berkurang.

Dengan begitu banyak manfaat gaya hidup sehat, tidak ada alasan untuk menundanya. Mari kita mulai dari sekarang!

Author

Bagikan artikel ini

Artikel terkait