Kasih sayang merupakan kata yang tak asing bagi kita semua, dalam mengungkapkan rasa peduli yang lebih, terutama pada orang yang membutuhkan. Dalam dunia psikologi, kasih sayang dimaknai sebagai adanya rasa tersentuh dan kemudian memunculkan keinginan membantu orang lain yang menderita. Rasa kasih sayang ini sangat penting dalam kehidupan bersosial masyarakat, khususnya di masa pandemi yang berlangsung nyaris dua tahun ini. Seperti yang kita ketahui, kondisi selama pandemi sangat berefek pada berbagai aspek kehidupan, salah satunya adalah meningkatnya masalah kesehatan mental. WHO memaparkan bahwa kebijakan untuk isolasi dan karantina diri sejauh ini berdampak pada berbagai aktivitas sehari-hari yang secara lebih lanjut menyebabkan kesepian, cemas, depresi, insomnia, masalah ketergantungan alkohol dan penggunaan narkoba, hingga melukai diri dan melakukan bunuh diri. Adanya rasa kasih sayang dapat membantu diri sendiri dan orang lain dalam menjaga kesehatan mental selama masa pandemi ini.
Sayangnya, meskipun kasih sayang terbukti memiliki manfaat yang luar biasa, banyak dari kita yang secara tidak sadar memiliki ketakutan untuk memberi atau bahkan menerimanya. Ketakutan ini bisa disebabkan dari adanya anggapan bahwa kasih sayang adalah cirinya lemah dan manja, serta dapat membuat orang menjadi semakin tidak berdaya dan tidak mampu mengatasi masalahnya. Selain itu, ketakutan akan kasih sayang juga disebabkan oleh adanya perasaan bahwa seseorang tidak pantas mendapatkan kasih sayang, baik itu dari dirinya sendiri, maupun dari orang lain. Adanya anggapan bahwa sebagai makhluk sosial seharusnya kita bersikap tanpa pamrih, justru berakibat pada mengabaikan dan mengorbankan diri sendiri. Studi yang dilakukan oleh Matos dkk. di tahun 2017 mengungkapkan bahwa ketakutan untuk memberi dan menerima kasih sayang ini pada akhirnya justru berbahaya bagi kesehatan mental dan dapat memicu munculnya paranoid. Tidak hanya itu, kita juga menjadi takut untuk berekspresi dan menjadi sangat keras pada kesalahan diri sendiri, serta kehilangan arah mengapa kita melakukan sesuatu.
Untuk itu, penting bagi kita semua untuk menyadari bagaimana selama ini kita memperlakukan diri kita sendiri dan orang lain saat menghadapi masalah, dengan harapan munculnya rasa kasih sayang dan sikap yang lembut dan penuh kasih sayang, pada diri kita dan sesama. Selain itu, kesadaran akan pentingnya kasih sayang membuat kita menjadi lebih fleksibel dalam memahami keadaan, dan menjadi dasar kebiasaan yang konstruktif dalam menghadapi berbagai kejadian, baik itu menyenangkan maupun tidak menyenangkan, bagi diri kita dan orang lain. Kesadaran, atau yang juga dikenal dengan istilah mindfulness di dunia psikologi, dapat membantu memberi jeda dalam penerapan kasih sayang di kehidupan sehari-hari. Pada saat kita menghadapi masalah, kita bisa berhenti sejenak, memberikan jeda, melakukan refleksi. Dengan demikian, kita mampu memilih dengan tenang, dan memutuskan dengan lebih baik. Bukan dengan tergesa-gesa, yang dapat berdampak pada timbulnya penyesalan di kemudian hari.
Sebelum memberi kasih sayang ke orang lain, dan juga menerimanya dengan terbuka dan rasa positif dari orang lain, sangat penting untuk kita memberi kasih sayang pada diri kita sendiri terlebih dahulu. Sama dengan setiap kejadian darurat lainnya, sangat penting untuk fokus pada diri sendiri terlebih dahulu, sebelum membantu dan menyelamatkan orang lain. Berikut ini merupakan contoh dari Harvard Health Publishing (2021) tentang beberapa hal yang bisa dilakukan untuk meningkatkan rasa kasih sayang pada diri kita. Daftar ini sangat mungkin untuk dikembangkan berdasarkan apa yang kita anggap mendasar dan penting di dalam hidup kita.
- Beri kenyamanan pada tubuh kita. Hal ini bisa dilakukan misalnya dengan makan makanan yang sehat, berbaring dan istirahat, jalan-jalan, atau aktivitas fisik apa pun yang dapat meningkatkan rasa nyaman dan kasih sayang terhadap diri sendiri.
- Menulis surat pada diri sendiri. Kita dapat memilih satu peristiwa yang dirasa tidak nyaman di waktu silam. Kemudian tulis surat dan jelaskan mengenai hal tersebut, tanpa menyalahkan siapa pun, termasuk diri kita sendiri.
- Beri penguatan pada diri. Saat diri mengalami suatu situasi yang sulit, alih-alih menyalahkan diri sendiri, kita bisa berhenti sejenak dan memberikan penguatan Sebagai respons kasih sayang pada diri.
- Melatih kesadaran (mindfulness). Latihan kesadaran sangat umum dan sangat mungkin untuk dilakukan kapan saja dan dimana saja. Kita juga bisa memutar panduan latihan kesadaran dari berbagai situs web, YouTube dan lain sebagainya, jika sekiranya kita memerlukan panduan untuk melakukan latihan ini.
Itu tadi 4 aktivitas yang bisa kita praktikkan untuk dapat mengembangkan rasa sayang terhadap diri sendiri. Melalui kasih sayang terhadap diri sendiri, diharapkan nantinya kita juga bisa memberikan rasa sayang kepada orang lain untuk dapat saling menjaga kewarasan di masa-masa sulit seperti saat pandemi ini. Semoga bermanfaat dan selamat berbagi kasih sayang, untuk diri sendiri dan semua.
