Body Image dan Self-Confidence: Mari Kenali Diri Kita Sendiri

Citra tubuh atau body-image adalah bagaimana representasi mental atau gambaran seseorang mengenai tubuhnya sendiri yang tertanam dalam pikirannya. Citra tubuh juga dapat diartikan sebagai bayangan cermin dari apa yang dapat dilihat secara obyektif. Namun, kadang persepsi seseorang mengenai citra tubuhnya sendiri dapat merusak persepsi tersebut, seperti pada seseorang dengan gangguan makan. Sejumlah riset menyatakan bahwa seseorang dengan citra tubuh yang negatif cenderung lebih rentan terhadap gangguan mental. Mengapa demikian?

Sebuah tinjauan ilmiah yang diterbitkan dalam jurnal Body Image di tahun 2004 mengungkapkan bahwa kekhawatiran akan citra tubuh dapat menyebabkan kecemasan sosial, proses berpikir maladaptif, persepsi diri yang tidak menguntungkan seperti, tidak menghargai diri dan citra tubuh negatif, serta pola perilaku negatif. Bagaimana seseorang memandang citra tubuhnya sendiri dipengaruhi oleh sejumlah hal, seperti kepercayaan diri, jenis kelamin, pesan dari media, dan tekanan ataupun dukungan yang diberikan dari teman dan keluarga.

Citra tubuh yang dimiliki seseorang berkaitan erat dengan self-confidence atau kepercayaan diri. Self-confidence adalah keadaan di mana sesorang memiliki keyakinan pada dirinya dan kemampuannya. Mereka yang memiliki rasa kepercayaan pada diri yang tinggi dapat mengetahui keterampilan dirinya dan kemampuan untuk menangani berbagai situasi secara efektif atau sebagai representasi kognitif tentang dirinya. Serupa dengan pemahaman tentang citra tubuh, kepercayaan diri dapat menurun ataupun meningkat melalui pengaruh dari luar, seperti teman dan apa yang ditampilkan media.

Indonesia terdiri dari banyaknya suku dan budaya yang berdeda-beda. Oleh karena itu, bagaimana suatu budaya menggambarkan bentuk tubuh yang ideal sangat berdampak pada cara seseorang memandang diri mereka. Keluarga dan teman sering kali berkomentar tentang bentuk tubuh (misalnya, kurus atau gemuk) seseorang, di mana hal ini kemudian dapat mendorong orang tersebut untuk membuat dirinya kelaparan dengan membatasi makan, merasa insecure, atau pun melakukan stress-eating.

Sebuah riset mengenai dampak dari media sosial terhadap kesehatan anak dan remaja menyebutkan bahwa aktivitas fisik merupakan salah satu kegiatan penting untuk mencapai kebahagiaan dan membangun kesehatan mental. Aktivitas fisik juga penting dalam mempromosikan citra tubuh yang positif dan kepercayaan diri pada individu dan membuat mereka merasa lebih puas dengan citra tubuh mereka. Selain itu, penting untuk membangun citra tubuh yang positif dan percaya diri dari perspektif kognitif, di mana seseorang perlu juga menerima dan mengapresisasi secara sadar berbagai kekurangan dan ketidaksempurnaan tubuhnya.

Manusia cenderung memiliki belief atau pemikiran yang keliru mengenai body image. Apa yang dianggap sebagai “cantik” berdasarkan apa yang sedang populer serta penggambaran pada berbagai media arus utama memiliki dampak pada cara seseorang memandang dirinya. Bentuk pemikiran ini mengacu pada standar masyarakat yang sering kali salah mengenai apa yang mendefinisikan “cantik”. Sebagian besar orang terpengaruh oleh apa yang mereka lihat dalam persepsi mereka tentang apa artinya menjadi “cantik”.

Author

Bagikan artikel ini

Artikel terkait